Percetakan Pengganda Buku SD Kontroversial Harus Bertanggung Jawab

tphotostudio_1513853097608Oleh: Agus Syani Y.

Beredarnya buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk SD/MI kelas 6 terbitan Bumi Aksara dan lainnya yang menulis Yerusalem ibu kota Israel sempat menuai kegaduhan di dunia pendidikan negeri pertiwi.

Bahkan persoalan itu memaksa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhajir Effendi angkat bicara. Ia dengan keras meminta agar buku IPS itu direvisi.

Namun demikian, hemat penulis semestinya buku tersebut bukan direvisi, tapi ditarik dari peredaran dan diganti dengan buku IPS baru yang tentunya tidak membebani sekolah, alias tidak perlu bayar lagi.

Pada kejadian ini, ada yang lebih menggelikan, yakni buku BSE itu telah dinyatakan layak oleh Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP), seperti tertera di jilid dengan kode: ISBD 979-978-008-1(nomor jilid lengkap), ISBN979-978-008-1.

Dengan begitu, secara gamblang buku ini dinyatakan layak sebagai teks pejaran berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 68 tahun 2008, tertanggal Februari 2008 tentang penetapan buku teks pelajaran  yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Tetapi, nyatanya pada halaman 64 yang memuat negara-negara di Benua Asia (tabel 3.12) tertulis bahwa negara Israel ibu kota Yerusalem, seperti pengakuan sepihak Presiden AS, Donald Trump.

Kebetulan atau tidak, buku yang digadang-gadang BNSP serta dinyatakan layak pakai justru sudah beredar di sekolah sebelum pernyataan Trump dilontarkan. Maka, timbul pertanyaan penulis, apa kerja BNSP hingga buku IPS kelas VI SD/MI itu lolos dan layak dipakai?

Tak hanya itu, buku IPS terbitan Bumi Aksara dan Buku IPS kelas VI BSE ini diduga digandakan oleh oknum percetakan di daerah Bandung. Seharusnya oknum ini bertanggung jawab untuk segera menarik dari sekolah dan diganti dengan buku baru yang tentunya tidak mencantumkan Israel beribukota Yerusalem.

Menurut penulis, Mendikbud Muhajir Effendi, BNSP dan oknum percetakan yang menggadakan buku itu merupakan pihak yang paling bertanggung jawab untuk menyeselaikan persoalan ini.

Jika buku kontroversi itu sudah ditarik dan diganti dengan buku baru, tentunya guru kelas VI IPS ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak ragu lagi. Dan para orang tua siswa tidak khawatir merasa nyaman.

Categories: Uncategorized