Memalukan, Ada Oknum Kepala SMPN Dirotasi Meninggalkan Utang?

KAB. BANDUNG, eljabar.com,– Sembilan bulan lalu di tahun 2017 ada beberapa kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dirotasi. Namun, belakangan di kalangan tertentu tersiar kabar kurang mengenakan. Dimana ada oknum kepala SMPN unggulan bukan meninggalkan prestasi, tapi sebaliknya diduga meninggalkan utang hingga ratusan juta rupiah.
Tak pelak, akibat ‘warisan’ utang tersebut, kepala sekolah (kepsek) pengganti kelimpungan, repot karena kepsek lama telah merugikan keuangan sekolah yang bersumber dari Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS).
Sementara itu, menutup tahun 2017, tepatnya bulan Desember, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Jawa Barat dikepalai DR. H. Juhana, M.M.Pd., kembali merotasi beberapa kepala SMPN dan promosi. Ada juga promosi kepala SMPN ke pengawas SMP Kab. Bandung.
Sumber terpercaya menyebutkan, pada rotasi terbaru itupun disinyalir ada oknum kepala SMPN yang mengikuti jejak temanya dan oknum pejabat SMP unggulan, yakni meninggalkan utang hingga jadi beban bagi pengantinya.
Sumber yang enggan menyebutkan namanya belum lama ini menambahkan, perilaku buruk oknum kepala SMPN yang meninggalkan utang pascarotasi itu bisa jadi diakibatkan lemahnya pengawasan dari dinas berkompeten.
“Selain itu, Kepala Bidang SMP Kab. Bandung terkesan bermain-main dan tidak tegas. Lantas, ada apa di balik itu semua,” ujarnya, setengah bertanya.
Dia membeberkan, sudah bukan rahasia lagi kalau ada rotasi, apa lagi promosi kepala sekolah diduga malah dimanfaatkan oknum pejabat haus uang dan gila jabatan guna meraup pundi-pundi dompet pribadi melalui tangan oknum kepala SMPN kepercayaanya.
“Seyogyanya, jabatan itu diemban amanah dan dipertanggungjawabkan melalui kinerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Bukan sebaliknya, jabatan digunakan untuk mencari uang tambahan dan memperkaya diri dan keluarga. Itu perbuatan melawan hukum,” ujar sumber.
Dalam hal ini, ia pun menyoroti kinerja penegak hukum di Jawa Barat, khususnya Kab. Bandung. “Penegak hukum seperti mandul. Coba kalau tegas, maka dipastikan para oknum itu sudah menghuni penjara,” pungkasnya. (A56)

Categories: Kabupaten Bandung,Priangan