RSU Pakuwon Terus Meningkatkan Pelayanan

Sumedang,eljabar.com — Seiring banyaknya orang yang menderita penyakit gagal ginjal atau Chronic Kidney Disease (CKD), mendorong Rumah Sakit Umum Pakuwon Sumedang untuk melengkapi layanan yang telah tersedia sebelumnya, yaitu dengan membuka unit layanan Hemodialisa.

Hemodialisa sendiri berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisa berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh.

Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal, dan dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah’. Terapi inilah salah satu terapi bagi penderita penyakit gagal ginjal atau chronic kidney disease (CKD).

Menurut penuturan Direktur Utama PT.  Lingga Pakuwon Jaya sebagai pengelola Rumah Sakit Umum Pakuwon Erna Yuliana Noerony yang ditemui sesaat sebelum dilakukannya peresmian unit layanan hemodialisa oleh Bupati Sumedang H. Eka Setiawan, Rabu, (10/1/18), pada tahap pertama diresmikan, tersedia sebanyak lima tempat tidur yang dilengkapi lima alat hemodialisa dengan teknologi mutakhir.

“Ke depan, yang menjadi program kami adalah menambah alat hemodialisa menjadi 10 unit sehingga diharapkan nantinya menjadi salah satu layanan unggulan Rumah Sakit Umum Pakuwon,” terang Erna.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Lingga Pakuwon Jaya dr. H. Noerony Hidayat menambahkan,

Layanan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Pakuwon juga telah memenuhi persyaratan dari Persatuan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dan telah memperoleh rekomendasi dari Pernefri untuk menyelenggarakan Layanan Hemodialisa di Rumah Sakit Umum Pakuwon baik untuk peserta program JKN-KIS dan Peserta Umum.

“Oleh karena di sini (RSU Pakuwon) juga bisa menerima pasien dari peserta JKN-KIS, maka jangan khawatir soal biaya,” ujar Noerony pada saat menyampaikan sambutannya dihadapan Bupati, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang Wargo, Kepala Dinas Kesehatan Retno Ernawati, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kab. Sumedang dr. Andri serta segenap tamu undangan lainnya.

“Memang kalau dulu, untuk sekali cuci darah saja seorang pasien memerlukan biaya sekitar 1 juta 300 dan dilakukan seminggu 3 kali. Namun kan sekarang pasien penderita CKD juga bisa memanfaatkan program BPJS jadi tentu akan sedikit meringankan dari aspek biaya,” tuturnya.

Diakui pula Noerony, dirinya selalu menekankan kepada seluruh karyawannya agar senantiasa bekerja profesional, namun tidak mengenyampingkan faktor humanis.

“Karena Kami (RSU Pakuwon) adalah Rumah Sakit Swasta yang notabene penggaji kami adalah masyarakat langsung, maka kita pun senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melayani pasien dengan senyum, sapa, salam, santun dan sensitif,” ujarnya.

“Terakhir, harapan saya tentu semoga apa yang direalisasikan Rumah Sakit Umum Pakuwon dapat berjalan dengan baik dan kerjasama yang erat baik dari Pemerintah Kabupatrn Sumedang serta dari berbagai pihak lainnya tentu sangat diharapkan,” harapnya.

Sebelum meresmikan secara resmi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta gunting pita unit layanan hemodialisa RSU Pakuwon, Bupati Eka menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh jajaran komisaris dan direksi RSU Pakuwon, yang telah bekerja keras melengkapi peralatannya, sehingga saat ini telah bisa melayani pasien penderita CKD.

“Setelah kurang lebih berdiri selama 17 tahun, RSU Pakuwon telah tumbuh menjadi rumah sakit yang maju. Semoga dengan adanya hal ini juga menjadikan pelayanan yang diberikan semakin prima,” ujar Eka.

Selain hal tersebut, dipaparkan Eka bahwa Pemkab Sumedang juga akan turut mendorong RSU Pakuwon sehingga bisa lebih maju lagi.

“Tapi tentunya Pemda tidak bisa membantu secara langsung, namun salah satu cara dalam membantunya adalah dengan cara membayar seluruh kewajiban Pemda terhadap BPJS, sehingga hal itu tentunya akan turut memperlancar pelayanan kesehatan yang tersedia di Kab. Sumedang sekaligus ini menjadi bukti bahwa pemerintah pun peduli terhadap kesehatan masyarakat,” paparnya.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada RSU Pakuwon, semoga unit ini (Hemodialisa) bisa bermanfaat bagi masyarakat Sumedang,” pungkasnya.(abas/arip)

Categories: Kabupaten Sumedang,Priangan

Leave A Reply

Your email address will not be published.