Kerusakan KWH Harus di Bayar Pelanggan

TANJUNGSARI,eljabar.com — Sepertinya pelanggan PLN harus lebih berhati-hati karena
sewaktu-waktu pelangggan harus membayar denda atau kekurangan tagihan akibat kerusakan KHW yang tanpa di sadari pelangganya.

Pasalnya ada pelanggan di wilayah Cimanggung tidak tanggung tanggung harus
membayar hingga puluhan juta rupiah kepada PLN Rayon Tanjungsari akibat
kerusakan perangkat listrik milik PLN yang tanpa di sadari pelangganya.

Tentunya sebagai pelanggan tidak pernah tahu ataupun menyadari jika meteran
listrik tersebut rusak. Karena setiap bulanya ada petugas yang mencatat secara
rutin. Menurut laporan petugas PLN saat penggantian, gear roda yang ada di
dalam meteran tersebut tidak berputar,  akibatnya KWH meter tidak bertambah.

Dikonfirmasi Manajer Rayon PLN Tanjungsari Opan Pardiyana membenarkan
adanya tagihan kepada pelanggan yang nilainya mencapai Rp 24. 786.862 juta.
Penagihan serta persoalanya sudah disampaikan juga kepada pelanggan. Baik saat
pemeriksaan juga di kantor.

“Itu lebih diakibatkan KWH rusak atau tidak normal sehingga timbul tagihan susulan. Untuk kwh rusak yang salah adalah alat ukur yang dipake transaksi jual beli energi listrik, karena tidak mengukur sebagaimana mestinya, tagihan susulan diatur oleh SK Dir tentang penertiban pemakaian tenaga listrik,”terang Opan kepada Eljabar.com.

Lebih jauh di jelaskan Opan, salah satu bentuk kontrol PLN untuk mengecek kesesuaian kwh meter yaitu dengan pemeriksaan kwh meter, idpel tersebut adalah salah satu hasil temuan ada ketidak sesuaian di alat ukur, sehingga harus disesuaikan.“Untuk perhitungan tagihan susulan mengacu ke rata-rata pemakaian normal sebelumnya.

Salah satu bentuk kebijakan atas adanya tagihan susulan yang timbul
karena kwh rusak, yaitu di split/angsur selama 3 bulan, tidak dibebankan langsung
hanya satu tagihan,”tuturnya.(abas /arip)

Categories: Kabupaten Sumedang,Priangan