Pembangunan TPA Al Mukti Kedungarum Diharap Bisa Selesai 3 Bulan

Kuningan,eljabar.com —  Desa Kedungarum yang telah masuk kewilayah perkotaan di Kecamatan/Kabuaten Kuningan Jawa Barat diharap mampu mengembangkan potensi yang dimiliki seperti sentra duren dan penghijauan lainnya, jalan yang telah mulus lebar dan lurus itu diperlukan penerangan melalui program JPU, selain itu juga kami sedang memikirkan trotoar agar terlihat desa yang sudah masuk kewilayah perkotaan ini terlihat indah, kata Buati H. Acep Purnama disela sambutan dalam acara peletakan batu pertama pemabangunan TPA Al Mukti Desa Kedungarum Kecamatan Kuningan Jumat (19/1/18)

Pembanguan TPA di RT 09/10 lingkungan Cikawung tersebut  diatas tanah seluas 8 x 8 meter persegi hibah dari Keluarga bapak Dastim Desa Kedungarum ditandai dan diawali dengan peletakan batu pertama oleh pehibah yang kemudian disusul oleh Bupati H. Acep Purnama. Dibangun atas dasar kesadaran warga sekitar guna memfasilitasi pendidikan keagamaan bagi anak-anak dengan modal gotongroyong, “rencana pelaksanaan pembanguna gedung TPA ini kami selaku panitia tidak memiliki modal serupiahpun, namun berdasarkan musyarah warga dengan adanya tanah hibah kami merasa tergugah untuk segera mewujudkan TPA Al Mukti,” kata Ketua Panitia Momon Salmon.

Dalam dialog bersama warga sekitar lingkungan Cikawung, bupati berharap pembangunan dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan, “Saya harap pembangunan TPA Al-Mukti ini bisa selesai  dalam waktu tiga bulan agar dapat segera  di manfaatkan dan digunakan dengan niat ikhlas beribadah kepada Allah SWT, tanah seluas itu jika di jadikan ladang bisnis pasti semua juga berharap dapat keuntungan, namun dengan diitikadan dan di niati oleh rasa keikhlasan bersama dalam melaksanakan pembangunan yang merupakan sarana peribadatan, Insya Allah keuntaungan akan didapat kelak dari Allah SWT adalah pahala dengan ganjaran yag akan didapat dari Allah SWT untuk pehibah tanah ini sungguh luar biasa, maaf bila kita mengukur akan kebutuhan tanah kelak kita di panggil Allah SWT, tanah yang dibutuhkan itu hanya berukuran 1 x 2 meter persegi, tetapi imbalan dari hibah tanah untuk pembangunan kemaslahatan umat ini tidak bisa diukur dengan apapun,” ujar bupati mengakhiri tausiahnya, (Mans Sutarman).

 

Categories: Uncategorized