Tak ada dualisme kepemimpinan Di PPP, PPP Harus Menang Dalam Perhelatan Politik Pilkada Kuningan

Sikap para pengurus unsur pimpinan hingga kader-kader militan bersatu padu di tubuh partai berlambang Kabah ini, PPP menyatu visi menangkan pasangan Yosa dalam perhelatan politik di Pilkada Kabupaten Kuningan. (Foto Mans).

KUNINGAN,eljabar.com — Isue santer yang menjadi viral di berbagai media tentang kekisruhan dualisme kepemiminan di tubuh Partai berlambang Ka’bah ini sempat mewarnai  di perhelatan politik Pilkada Bupati dan wakil bupati di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Namun semuai itu ditepis oleh jajaran pengurus hingga kader-kader militan PPP tidak ada dualisme kepemiminan, dan tidak terjadi perpecahan di dalamnya.

 Sabtu (20/1/18) PPP melakukan kompresi pres di gedung sekretariat PPP jl. Raya Ciloa Kuningan dalam pertemuan persnya Arya selaku wasekjen DPP PPP  yang di pandu ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan Uus Yusup, dan anggota fraksi PPP DPRD Kuningan H. Momon Suherman serta “DPC PPP Kabupaten Kuningan prinsifnya tetap konsisten terhadap pilkada Kabupaten Kuningan bila ada cerita yang memutar balikan fakta tentang ualisme kepemimpinan, dan yang lebh berhak memberikan penjelasan ada pak Wasekjen DPP” kata Uus Yusuf mengawali komprensi pres.

Secara resmi DPP PPP untuk Pilbup Kabupaten Kuningan sudah mengeluarkan SK yang ditandatangani langsung oleh Ketua umum pusat pada tanggal 7 Januari kepada pasangan Dr. Toto tofikurohman dengan Yosa Octora Santono sebagai Bupati Kuningan yang di tanatangani pada 8 Januari 2018 mendukung dan wajib sifatnya memenangkan dalam perhelatan politik pencalonan bupati wakil bupati di Kabupaten Kuningan.

“Adanya isue perpecahan karena dualisme kepemimpinan di tubuh PPP itu bagi saya secara pribadi tidak suka dengan adanya kalimat PPP pecah, terbelah secara pribadi Saya keberatan, saya kira DPC PPP di Kabupaten Kuningan tetap solid, tidak ada perpecahan dan di pusat juga, sekarang tidak ada dualisme kepemimpinan karena sudah ada keputusan resmi melalui putusan kasasi MA yang keduakalinya No. 514 tertanggal 4 Desember 2017 dengan demikian secara otorisasi kepemimpinan Ketau umum PPP yang sah Ir. M. Romahumuziy, jadi sekarang PPP tidak ada dualisme kepemimpinan, dan saya berkewajiban untuk menyampaikan kepada DPC-DPC Kabupat en, dan PPP di Kabupaten Kuningan tidak pecah PPP Solid, dan DPC Kuningan harus mengawal pasangan calon Bupati dan wakil dalam perhelatan Pilbup untuk menang,” beber Arya Permana Graha Wasekjen PPP, (Maman Sutarman).

Categories: Uncategorized