DPC Rajawali Nusantara Garut Dampingi Soskam Kampanye Jabar Asyik Di Kab. Garut.

Garut,eljabar.com — Para pendukung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), di antaranya Agus Wahyudin (Agus Eot) Ketua DPC Rajawali Nusantara Kab. Garut, Uun Frinawati Bendahara DPC RN Kab. Garut, Ujang Suryana, Awo, dan Eksa sebagai Pengurus RN Garut, Para Penasehat DPC Rajawali Nusantara Kab Garut yaitu Tatang Sumirat dan Surya Panunggal, para Relawan dari Partai GERINDRA, PKS, PAN, serta pengurus DPC GERINDRA Kab. Garut Enan dan Tim Pemenangan Kampanye Provinsi untuk wilayah Kab. Garut Daris Iskandar semakin optimistis dengan nomor urut 3 yang tersemat untuk pasangan Asyik pada Pilgub Jabar 2018 ini.

Sosial Kampanye pertama Jabar Asyik untuk Kabupaten Garut dilaksanakan mulai hari tadi Minggu 4/3/2018 dan mengunjungi ke beberapa tempat diantara alun-alun Garut, Pesantren Suci, Centra Industri Kulit Sukaregang, Pesantren Al-Falah Biru dan terakhir di DPC Gerindra Kab. Garut.

DPC Rajawali Nusantara Kabupaten Garut terus mendampingi soskam Jabar Asyik sampai Selesai. Teriakan “Jabar Asyik” dan “Garut Lanjutkan” yang merupakan jargon pasangan calon Letjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat).photostudio_1520208781277

“Mengingat pelaksanaan sudah makin dekat, Agus Eot Dan Uun Frinawati, Ketua dan Bendahara Rajawali Nusantara Kabupaten Garut berpesan agar seluruh kader dan relawan, segera melakukan langkah strategis, untuk merebut kemenangan Pilkada dan Pileg. “Target kita, meraih kemenangan di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan Wakil Bupati Garut. Selain itu, Pileg juga, harus kita menangkan,” Katanya.

Mayjen TNI (Purn) Sudrajat mengatakan dalam sela-sela soskam di ruang kantor DPC Gerindra bahwa “Berbicara tentang limbah industri sukaregang harus ada sistem dan formula khusus Tekhnologi supaya mengurangi tingkat bahaya limbah terutama limbah cair sisa produksi kulit yang menggunakan bahan kimia, limbah kulit yang masih bisa dimanfaatkan bisa dijadikan berbagai produk sampingan untuk menambah pendapatan. Limbah yang berupa potongan-potongan kulit yang tidak bermanfaat ini sebaiknya di hancurkan oleh mesin tekhnologi supaya tidak ada sisa dan benar-benar hancur serta tidak menjadi pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Menanggapi potensi industri kulit, beliau menyarankan adanya pembinaan terhadap para pengusaha, dari mulai pembinaan produksi yang lebih kualitas dan pemasaran yang lebih luas. Tambahnya. (Eksa-Uj)

Categories: Uncategorized