Pemkab Bandung: Insiden Miras Oplosan Maut Itu Kejadian Luar Biasa

Laporan: Kiki Andriana

KAB. BANDUNG, eljabar.com — Pemerintah Kabupaten Bandung naikkan status insiden miras oplosan menjadi kejadian luar biasa, hal tersebut melihat jumlah korban yang meninggal di wilayah Kabupaten Bandung mencapai puluhan orang.

Sekertaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira mengatakan Kabupaten Bandung menjadi salah satu pasar potensial untuk peredaran miras.

“Iya ini kejadian luar biasa, dari dinas kesehatan juga dari malam sudah laporan ke kementrian. Untuk biaya korban mungkin kita akan bantu, tapi yang lebih teknis dari dinas kesehatan,” ungkap Sofian, Selasa (10/4/2018).

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bandung Usman Sayogi mengatakan banyaknya korban yang meninggal akibat mengkonsumsiĀ  miras oplosan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pihaknya dan masyarakat untuk memberantas masalah miras di Kabupaten Bandung.

“Ini harus menyadarkan semua unsur masyarakat termasuk warga dan satpol PPnya,” tutur Usman, Selasa (10/4/2018).

Usman menerangkan, dua Minggu sebelum kejadian tewasnya korban akibat miras pembawa petaka tersebut, Satpol PP Kabupaten Bandung telah melakukan penyisiran ke kios – kios yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.

“Sepuluh kios kita sisir, empat hari sebelum kejadian pun kita mengamankan 152 jerigen tuak oplosan dari Cianjur yang akan didistribusikan ke Cicalengka,” paparnya.

Selanjutnya, setelah kejadian Usman menyampaikan, pihaknya juga telah melakukan operasi gabungan dan terkumpul 1000 jerigen tuak dan ribuan botol miras berbagai merk.

“Saya harap kejadian ini menjadi terakhir dan menjadi daya dorong untuk memberantas peredaran miras,” sebutnya. (*)

Categories: Nasional