Kampung Gendereh, pelopor terbentuknya Pos KB di Indonesia

SUMEDANG, eljabar.com — Dengan penduduk 1,2 juta jiwa, Kabupaten Sumedang memiliki sejarah gemilang mengenai konsep berhasilnya Kampung KB. Pasalnya, Sumedang memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan berlangsungnya program KB di Indonesia. Menurut sejarah, sejak Tahun 1972 silam, di Kabupaten Sumedang terbentuk kelompok-kelompok relawan yang terdiri dari masyarakat yang tergabung dalam sebuah organisasi yang dinamakan Pos KB. Pos KB sendiri, pertama kali dibentuk di Sumedang, tepatnya di Kampung Gendereh, Kecamatan Buah dua. Pos KB tersebut akhirnya menjadi pelopor terbentuknya pos pos KB di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov Jawa Barat, Drs. S. Teguh Santoso, M. Pd saat membeikan sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kab. Sumedang Tahun 2018 di Aula Tampomas IPP, Kamis (12/4).

Disampaikan Teguh, perjalanan progam KB di Jawa Barat berdampak positif bagi turunnya pertumbuhan penduduk secara signifikan. Hal tersebut bisa dilihat dengan sudah lengkapnya konsep kampung KB di Sumedang.

“Berkat kerja keras para pejuang KB, sejak 4 tahun kebelakang, program KKBPK sudah berhasil menurunkan fertilitas di Jawa Barat termasuk di Sumedang, konsep Kampung KB yang sudah kita terapkan di masyarakat, terbukti sanggup menggoncangkan Indonesia,” kata Teguh.

Menurut Teguh lebih lanjut, kegiatan rakornis tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif, pasalnya rakernis menjadi salah satu kegiatan yang strategis dalam rangka memperkuat kembali komitmen mitra kerja dalam program pelaksanaan kependudukan KB dan pembangunan keluarga di Sumedang dan juga di Indonesia.

“Saya harap, dengan kegiatan rakornis ini, program KKBPK DI Jawa Barat semakin menggelora sehingga manfaatnya harapannya dengan kegiatan rakornis ini program kb di jawa barat akan makinmenggelora kembali sehingga manfaatnya lebih dirasakan oleh bisa lebih dirasakan oleh keluarga dan masyarakat,” kata Teguh.

Sementara itu, Hj. Nining Nurgantini, S.Sos sebagai ketua penyelenggara mengatakan Rakornis diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan akselerasi dan keterpauan lintas program dalam rangka nmewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, serta mengoptimalkan program kependudukan KB dan pembangunan keluarga dalam rangka penguatan program integrasi kampung KB untuk mewujudkan kualitas SDM yang maju dan sejahtera.

‘’Rakornis ini diikuti 213 orang peserta yang terdiri dari para kepala SKPD terkait, camat dan kasubag program, kepala UPTD-KB, subag program kecamatan, kepala puskesmas, ketua TP. Pkk Kecamatan, para kepala desa dan unsur terkait lainnya. Rakornis ini menghadirkan 3 orang narasumber dari Bappppeda, Dinas Kesehatan dan Kepala DPPKB,” ujar Nining.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Drs. H. Sanusi Mawi, M. Si meyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rakornis tersebut. Menurut Sanusi, Pelaksanaan program KKBPK selain bertujuan untuk mengendalikan kuntitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk dan persebaran penduduk juga dapat mempengaruhi keberhasilan pembangunan secara berkelanjutan.

“Hendaknya, penguatan program integrasi Kampung KB menjadi pokok utama dalam melaksanakan program KKBPK yang terintegrasi dengan sektor pembangunan di daerah, sehingga diharapkan trget pembangunan tersbut dapat tercapai,” ujar Sanusi diakhir sambutannya. (abas)

Categories: Uncategorized