Tampilkan 300 Barong Reak, Sukma Sajati Catat Rekor ORI

Laporan : Kiki Andriana
SUMEDANG, eljabar.com — Komunitas pegiat seni dan budaya Sunda yang berlable “Sukma Sajati“ catatkan rekor Original Rekor Indonesia (ORI), Minggu (15/4/2018).

Komunitas pegiat kesenian dan Budaya Sunda " Sukma Sajati “ pecahkan Original Rekor Indonesia ( ORI) , di Taman Loji, Kampus ITB Jatinangor, Kab.Sumedang, Minggu (15/4/2018).
Komunitas pegiat kesenian dan Budaya Sunda ” Sukma Sajati “ pecahkan Original Rekor Indonesia ( ORI) , di Taman Loji, Kampus ITB Jatinangor, Kab.Sumedang, Minggu (15/4/2018).

Menurut pantauan eljabar.com di lokasi, dalam festival seni reak tersebut, komunitas pegiat seni dan budaya Sunda tersebut menampilkan sedikitnya 300 Barong Reak dan diikuti 3259 peserta reak, di Taman Loji, Kampus ITB Jatinangor, Kab. Sumedang, Minggu (15/4/2018).
Sementara, Ketua Dewan pembina Sukma Sajati, Maruaarar Sirait mengatakan, Saya rasa kita harus melestarikan budaya dengan sepenuh hati, bersungguh sungguh dan terukur, baik terukur secara kuantitas maupun kualitasnya. “Bagaimana kita bisa memberikan semangat, spirit dan motivasi kepada seniman seniman Sunda, Coba lihat dari semua peserta reak ini ada yang sudah berusia 70 tahun lebih dan ada juga yang berusia 8 tahun, ini artinya terjadi regenerasi yang berhasil dalam memajukan budaya Sunda dan hari ini kita memecahkan rekor ORI dengan rekor menampilkan barong reak terbanyak dan menpilkan peserta seni reak terbanyak, dan di bulan Agustus mendatang kita akan kembali pecahkan rekor,“ tutur Maruarar di lokasi.

Original Rekor Indonesia (ORI) menobatkan Maruarar Sirait sebagai Duta Reak Budaya Sunda, di Graha Satria Jabar, ITB Jatinangor, Kab.Sumedang, Minggu (15/4/2018).
Original Rekor Indonesia (ORI) menobatkan Maruarar Sirait sebagai Duta Reak Budaya Sunda, di Graha Satria Jabar, ITB Jatinangor, Kab.Sumedang, Minggu (15/4/2018).

Dalam memajukan seni budaya Sunda ini, menurut Maruarar Sirait, bukan hanya sekedar wacana, kita tidak mau retorika, “Saya telah 14 tahun menjadi wakil rakyat Sumedang, dalam setahun saya membuat event kesenian 10 kali, yang pasti event yang saya buat setidaknya dapat memperkenalkan seni budaya Sunda yang ada di Sumedang ditingkat Jawa Barat maupun Nasional,“ ujarnya.
Hal senada dikatakan oleh Anggota Dewan pembina Sukma Sajati, Dadang Rohmawan, pihaknya mengatakan, Ini merupakan bukti bahwa kita sebagi wakil rakyat yang sangat konsisten memperhatikan secara penuh kepada seni dan budaya Sunda, seperti kita ketahui, Sumedang merupakan puser budaya Sunda, Sumedang tidak bisa dibandingkan dengan kabupaten yang lain,“ sebutnya. (*)

Categories: Uncategorized