Kepolisian Lakukan Pembinaan Kepada Perajin Senapan Angin Cipacing

 

Laporan : Kiki Andriana / Abas

SUMEDANG, eljabar.com – Sebagai upaya untuk menekan angka kriminalitas dan menekan peredaran senjata api rakitan, Kepolisian lakukan pembinaan kepada sejumlah perajin senapan angin, di RM Sukahati, Jl. Bandung – Garut, Cipacing, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa ( 17/4/2018)

Pantauan eljabar.com di lokasi, Pembinaan tersebut dilakukan oleh Mabes Polri dan dihadiri oleh sejumlah perajin senapan angin yang tergabung dalam Koperasi Galumpit Jaya, Cileunyi, Kab.Bandung serta perajin senapan angin yang tergabung dalam Koperasi Cipacing Mandiri ( KOCIMA) Cipacing, dan perajin yang tergabung dalam koperasi Bina Jaya, Cikeruh, Kec. Jatinangor, Kab.Sumedang.

Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri, Brigjen Drs. Djoko Mulyono menuturkan pembinaan dan penyuluhan ini dilakukan untuk pengamanan, pengawasan dan pengendalian senjata api non organik TNI/Polri.

“Pembinaan untuk menekan penyalahgunaan senjata api ilegal, termasuk peralatan keamanan yang digolongkan senjata api,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Koperasi Cipacing Mandiri ( KOCIMA) Cucu Suryaman (44) mengatakan Kita dulu para perajin senapan angin Cipacing yang kini tergabung di KOCIMA telah diberikan penyuluhan dari Kepolisian, dan kini tidak ada lagi senjata api rakitan di Cipacing, perajin telah sepakat untuk tidak merakit lagi senjata api,“ tegasnya.

Namun, menurut Cucu, kami masih membutuhkan pembinaan, baik dari quality kontrol untuk senapan angin yang kami produksi, “ Kami sangat berterima kasih kepada Kepolisian,  Dinas Industri dan Perdagangan Kab.Sumedang, dan unsur Muspika yang turut membina Kocima,“ tuturnya.

Perajin senapan angin asal Cipacing, Cikeruh, dan Cileunyi mendeklarasikan untuk tidak merakit senjata api
Perajin senapan angin asal Cipacing, Cikeruh, dan Cileunyi mendeklarasikan untuk tidak merakit senjata api

Selain itu, pembinaan kepada perajin pun sering dilakukan oleh Universitas yang ada di Jatinangor, yakni IKOPIN dan UNPAD  untuk pembinaan dalam Sumber Daya Manusia, “ Saya sendiri, dulu ada keterlibatan dengan teroris dalam suplai senjata api, dari arah sana, kita yakin bila seperti ini terus senapan angin Cipacing akan hancur, kendati demikian, terang Cucu, Adanya pembinaan ini, baik dari Kepolisian mulai dari Polsek hingga Mabes saya ucapakan terima kasih atas atensinya yang telah turun kepada perajin senapan angin untuk melakukan pembinaan seperti ini.“ Saya pribadi, lanjut Cucu, saya mohon maaf kepada Negara atas kesalahan saya di masa lalu, mulai sekarang dan kedepan kami yakini tidak akan ada lagi senjata rakitan khususnya dari Cipacing, “ bebernya.

Ditambahkan Cucu, daya saing penjualan senapan angin tetap, saat inikita jadi trend center, terutama dari laras, kita memiliki ciri khas, “ kalau dibandingkan dengan produk luar negeri, produk kita akan sama,“ pungkasnya. (*) 

 

Categories: Kabupaten Sumedang,Priangan