Ada Makna Sejarah Yang Besar Diperingatan Konfrensi Asia Afrika

Bandung,eljabar.com — ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat H. Syahrir, SE, meminta peringatan Konfrensi Asia-Afrika yang diperingati setiap tahun hendaknya dapat didorong untuk meningkat kerjasama antar negera-negara Asia-Afrika. Kerjasama dalam berbagai bidang yang bernilai ekonomi dengan prinsif saling menguntungkan antar negara.
Melalui peringatan KAA yang ke 63 tahun 2018, bukan hanya diperingati secara serimonial semata, tapi ada makna sejarah yang besar, dimana pada kegiatan KAA tahun 1955 yang dihadiri 29 negara mengirimkan wakilnya.
Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya. Untuk itu, di peringatan KAA ke 63 ini, kita harapkan dapat lebih meningkatkan kerjasama ekonomi antar negara-negara Asia- Afrika yang saling menguntungkan.
Hal ini dikatakan, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Syahrir. SE dalam Pengibaran Bendera Anggota Negara Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (18/4/2018).
Dikatakan Syahrir, peringatan KAA merupakan proses napak tilas untuk mengingatkan sejarah di Kota Bandung. Selain itu, KAA sangat membanggakan untuk Indonesia khususnya Jawa Barat dengan semangat membangun kebersamaan.
“Dalam arti kemerdekaan hak segala bangsa persamaan lainnya dikembangkan bersama-sama di KAA,” ujar Syahrir.
Seiring perkembangan dan kemajuan perekonomian bangsa dan negara-negara Asia-Afrika, tentunya mendapatkan sambutan positif dan menggairahkan pangsa pasar perekonomian Asia-Afrika. Bahkan bagi Jabar selaku tuan rumah penyelenggaraan peringatan Asia-Afrika memiliki peluang besar untuk menjalin dan mengembangkan kerjasama di bidang perekomonian khusus negara-negara Afrika yang kini sudah tumbuh pesat.
“Kita menginginkan ada kebersamaan dalam satu persepsi membangun satu negara yang lebih baik di bidang ekonomi kerjasama saling menguntungkan diantara sesama asia afrika,” ujar Politisi Gerindra dari dapil Kabupaten Bekasi ini.
Syahrir menuturkan, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengembangkan kerjasama dengan memanfaatkan Kota Bandung sebagai Ibukota negara-negara Asia Afrika. Bahkan, untuk mewujudkannya Pemprov Jabar sudah melaksanakan berbagai kerjasama diantaranya dengan Sudan, Maroko danTunisia.
“Karena Jabar memiliki potensi yang sangat besar sebagai ibukota negara-negara asia afrika. Seperti yang dikerjasamakan dengan Sudan mengenai peternakan dan pertanian dan Maroko bidang fashion dan ini cukup menjanjikan.
Kemudian denganTunisia mengenai wisata yang di tawarkan pemerintah provinsi dan memanfaatkan tawaran tersebut bisa saling menguntungkan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Aswin Sulaeman menuturkan, acara yang keempat kalinya dilaksanakan di Kota Bandung itu akan menghadirkan delegasi-delegasi dari negara tetangga. Secara keseluruhan, telah ada 74 peserta yang mendaftar sebagai peserta AAC 2018.
Namun, dalam acara peringatan KAA ke 63 tahun ini ada sebanyak 109 bendera Negara Asia-Afrika plus 1 bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dikibarkan. Pengibaran bendera Asia-Afrika tersebut sebagai wujud menjunjung tinggi perdamaian dan kemerdekaan bangsa serta menentang penjajahan dan kolonialisme.
Adapun puncakacara Asia Africa Carnival (AAC) 2018 akan dilaksanakan pada 29 April 2018 di Jalan Asia Afrika.
“Secara internasional kami mengundang 109 negara peserta KAA. Tapi tidak semua bisa mengirimkan delegasi karena kendala waktu. Tapi kalau dari kota-kota se-Indonesia dan dari Bandung sendiri insya Allah banyak,” tutur Aswin dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Kamis, 12 April 2018 lalu.
Seluruh delegasi/ perwakilan negara Asia-Afrika akan melakukan napak tilas, yang rutenya dari Savoy Homann (Jalan Asia Afrika) terus ke Banceuy, lalu ke Cikapundung, masuk ke Braga Pendek, lalu lewat ke jalan Hotel Preanger, terakhir masuk lagi ke Homann. Totalnya 3,1 km,” jelasnya.

Categories: Dunia,Jawa Barat