Dukung Citarum Harum, PT Safilindo Permata Tambah Fasilitas IPAL

BANDUNG, eljabar.com — Perusahaan produk tekstil PT Safilindo Permata, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, nyatakan komitmen dan dukungannya terhadap program Citarum Harum. Hal itu dibuktikan dengan penambahan fasilitas IPAL dan percepatan renovasi yang dilaksanakan perusahaan penghasil bahan kaos ini dan juga sudah mengeluarkan kualitas air limbah yang bersih dan jernih.

Sampel air limbah yang diambil oleh elemen masyarakat LSM PMPRI dari bak outlet PT Safilindo Permata, Sabtu (7/7/2018).
Sampel air limbah yang diambil oleh elemen masyarakat LSM PMPRI dari bak outlet PT Safilindo Permata, Sabtu (7/7/2018).

Sebelumnya, pada 2 Juni 2018 lalu, saluran pembuangan limbah PT Safilindo Permata ditutup oleh jajaran Satgas Citarum Harum Sektor 21 setelah kepergok membuang limbah kotornya ke aliran Sungai Cibabakan yang merupakan anak Sungai Citarum.

“Sebelum penutupan, saya sudah pernah ingatkan pihak perusahaan agar membenahi kualitas limbahnya yang keluar ke aliran sungai. Tugas kami adalah mengembalikan ekosistem DAS Citarum. Salasatunya adalah mencegah limbah-limbah kotor yang dikeluarkan oleh pabrik. Cara kami adalah menutup lubang-lubang pembuangan limbahnya, agar para pengusaha segera membenahi IPAL,” ujar Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat didampingi Dansubsektor 21-7 Serma Rahmat Juang kepada wartawan dibantaran Sungai Cibabakan, Sabtu (2/6/2018).

Kini, PT Safilindo Permata telah membangun qualifier yang cukup besar serta bak filter baru yang tampak sudah hampir rampung dikerjakan. Meski demikian, sesuai pantauan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan Dansubsektor 21-7 Serma Rahmat Juang, awak media serta elemen masyarakat yang ikut menyaksikan operasional IPAL PT Safilindo Permata pada hari, Sabtu (7/7/2018), kualitas limbah dari perusahaan ini saat pengecekan sudah bersih dan tidak berwarna.

“Intinya, kami berpedoman pada aturan standar baku mutu, namun warna dan busa, keduanya tidak masuk dalam susunan baku mutu itu. Tapi dari diberitakan banyak media, Sungai Citarum sudah sangat kotor. Melatarbelakangi itu, setelah berdiskusi kita mengambil kesimpulan untuk air limbah ini kita harus serius menanganinya. Sehingga dengan berbagai proses kajian dan pengetesan dengan kimia, tingkat keasaman, kebasaan, kita sudah melakukan itu sejak februari dan maret di lab, dengan konsentrasi dan mengukur reaksi kimia limbah yang ada termasuk menambahkan anti busa, sehingga limbah yang kita keluarkan tidak berbusa lagi,” jelas pemilik PT Safilindo Permata, Helman, dihadapan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, relawan, elemen masyarakat dan awak media.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat (kanan) sambil memperhatikan botol sampel air limbah dari PT Safilindo Permata yang dipegangnya, didampingi pemilik perusahaan, Helman (tengah) dan Joko Prasetyo (kiri).
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat (kanan) sambil memperhatikan botol sampel air limbah dari PT Safilindo Permata yang dipegangnya, didampingi pemilik perusahaan, Helman (tengah) dan Joko Prasetyo (kiri).

“Dari penutupan saluran pembuangan limbah tanggal 2 Juni 2018, kami belum segera menghubungi Dansektor Pak Yusep, karena kami terus mencari dan mengkaji kualitas limbah yang baik sampai kami benar-benar sudah siap. Siap dalam arti fasilitas maupun SDM kita,” terang Helman. “Kami akan terus meningkatkan kualitas limbah perusahaan kami sampai lebih baik lagi dengan proses biologi. Jadi, hari ini kami mengundang Pak Yusep dan semuanya untuk hadir melihat kualitas limbah kami saat ini, dan secara resmi meminta agar cor di saluran pembuangan limbah kami bisa dibuka,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, manajemen PT Safilindo Permata, Joko Prasetyo, menambahkan, setelah ini pihaknya akan merintis sistem recycle setelah qualifier dan bak filter tuntas serta efektif digunakan pada akhir bulan Juli ini.

Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat pada kesempatan berbicaranya mengatakan, “Siang ini kita sudah melihat sama-sama kondisi IPAL dan hasil limbah PT Safilindo, kalau diamati, sepertinya sudah layak cor-coran yang menutup pembuangan limbah serta melihat keinginan yang baik dari perusahaan dengan penambahan-penambahan fasilitas IPAL, sehingga wajar jika kita sepakat untuk dibuka. Tapi tentunya dengan catatan, limbah yang dibuang kealiran sungai harus seperti ini terus, jangan ada lagi main kucing-kucingan. Pagi dan siang bersih, malam limbah kotornya dibuang. Yang jelas bila ditemukan seperti itu, saya akan tutup lagi pembuangan limbahnya,” kata Yusep menekankan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Safilindo yang mau bekerjasama dengan Satgas Citarum, bila saja kualitas limbah pabrik semuanya sudah seperti ini, saya pikir sudah tidak perlu lagi menunggu lebih lama untuk Citarum bisa bersih kembali,” harap Yusep. [rie]

Categories: Jawa Barat