Ade Abdul Aziz: Pengalaman Jadi Napi, Kekuatan Hidupnya Jadi Lebih Bermanfaat Bagi Umat

Laporan : Kiki Andriana

KAB. BANDUNG, eljabar.com — Pepatah mengatakan pengalaman adalah sebaik-baiknya guru bagi manusia untuk menjadi lebih baik. Baik pengalaman negatif maupun positif harus menjadi referensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Seperti diutarakan Ade Abdul Azis, Ketua Laskar Aswaja Jawa Barat secara ekslusif kepada eljabar.com yang memaparkan pengalaman buruknya ketika terjerat kasus perdata/pidana pada tahun 2011 silam.

Bermula ketika ia ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Riau pada tahun 2011 atas dugaan penipuan adalah pengalaman paling buruk yang dialami pemuda kelahiran Bandung, 1983 ini, yang membuat dirinya mengenyam masa kelam dibalik jeruji besi.

Ade Abdul Azis, Ketua Umum Laskar Aswaja Jawa Barat.
Ade Abdul Azis, Ketua Umum Laskar Aswaja Jawa Barat.

“Kasus pidana yang dulu sempat menimpa saya, adalah cambuk bagi saya untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi, dan saya akui itu karena kehilapan saya secara pribadi sebagai seorang manusia,” beber Ade kepada eljabar.com saat ditemui di kediamannya, di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat , Kamis (12/7/2018).

Kini, permasalahan yang menimpanya tersebut sudah diputus selesai oleh pihak penegak hukum, ia pun telah menjalani masa tahanan di Lapas Rengat Riau selama 2 tahunan. Dilapas inilah banyak hal  yang sangat membekas bagi dirinya sebagai pengalaman berharga untuk hidup lebih berhati-hati lagi.

Menurut Ustadz yang kegiatan sehari-harinya memberikan tausiyah yang juga seorang mantan Direktur Marketing Liga Santri Indonesia ini, ia pun tak berhenti berceramah di dalam lapas. Sebanyak 12 napi sesamanya pun berhasil menjadi mualaf karenanya.

“Di lapas Rengat Riau itu, ada sebanyak 12 orang napi yang masuk Islam karena sering berdiskusi dan sharing dengan saya,” tutur Ade.

Ade Abdul Azis yang kini aktif di berbagai organisasi bertekad untuk membangun pribadi yang bermanfaat bagi dirinya dan umat. Ia aktif sebagai ustad dan mengisi ceramah di berbagai pengajian di Jawa Barat.

“Saya aktivis di berbagai organisasi, sempat juga menjadi staff ahli beberapa anggota DPR RI, ilmu yang saya dapat banyak sekali dari pengalaman tersebut,” ungkapnya.

Hampir seluruh kabupaten di jawa barat pernah ia singgahi untuk menyampaikan Tausiyah, hal ini membuktikan dirinya telah hijrah seratus persen. Berjuang untuk lebih bermanfaat bagi orang lain dengan sharing pengalaman buruk dan baik kepada jamaah.

Sebagai ustadz, ia tidak malu mengakui apa yang pernah menimpanya secara pidana, yang menjadikannya lebih kuat untuk mengarungi hidup yang panas ini.

“Saya nggak malu mengakui pernah berbuat salah di waktu lalu, tahun 2011  yang lalu adalah waktu dimana pribadi saya menjadi lebih dewasa,” ujarnya.

Ade Abdul Aziz, seorang Pimpinan Pondok Pesantren Tarbiyatul Huda Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, juga sebagai penggiat sosial ( Zakat, Infak, Sodakoh) dan pengurus LDNU Jabar.

Dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan diselenggarakan, dirinya akan lebih memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi masyarakat sehingga lebih manfaat kedepannya, melalui perwakilan rakyat,” pungkasnya. (*)

Categories: Uncategorized