Saung Budaya Sumedang (Sabusu) Sudah Tidak Sesuai Peruntukanya

Sumedang,eljabar.com — Saung Budaya Sumedang (Sabusu) yang berada di Jatinangor keberadaannya kini, dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat, hal itu disampaikan Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Sumedang Dudi Supardi kepada sejumlah wartawan, Sabtu (14/7/2018).

“Kami sangat mengkritisi perubahan peruntukkan Sabusu Jatinangor, olehsebab itu, bagian kerjasama Setda Sumedang harus mengevaluasi kembali Proposal kerjasama dengan pihak pengelola,” paparnya.

Menurut Dudi, sudah ada ketidak konsistenan dan dinilai sudah keluar dari visi misi keberadaan Sabusu maka, sebagai anggota DPRD dan mitra kerja Setda, pihaknya telah menyarankan dan mengingatkan pihak pengelola.

“Jika membandel, maka MoU nya wajib diputus,” tegasnya.

Dudi memaparkan, Dulunya Sabusu dibangun dan direncakanan oleh Bupati Sumedang periode 1998-2003 H. Misbach untuk mempromosikan potensi unggulan Sumedang khususnya kerajinan Jatinangor dan sekitarnya.

“Maka dibuatlah tempat sebagai etalase informasi untuk wisatawan yakni, Sabusu. yang dipajang disitu, hanya merupakan sampel saja sedangkan produksinya tetap dilakukan dilingkungan pengrajin. selain itu, peran Sabusu dapat mengangkat ekonomi lain seperti travel dan produk makanan olahan rumahan. namun, tidak mungkin semua ini dapat ditampung di Sabusu, sehingga akan mengangkat para pedagang kecil di lingkungan para pengrajin,” terangnya.

Mengingat, terang Dudi, MoU pengelolaan Sabusu antara Pemkab Sumedang dan pihak terkait sesuai dengan Proposal yang di ajukan.

“Salahsatu contoh tidak konsistennya pengelola, ada lounching produk UMKM Sumedang akan tetapi, kenyataanya, tidak seusuai harapan visi misi dan MoU,” tandasnya.

Categories: Uncategorized