Seleksi BETAH Polda Jabar Loloskan 575 Caba Polri 2018

BANDUNG, eljabar.com — Proses seleksi yang ketat, bersih, transfaran akuntabel, dan humanis (BETAH) sebanyak 575 Calon anggota Polri Polda Jabar dinyatakan lolos  dan berhak  mengikuti Pendidikan Bintara Polri tahun 2018.

Seleksi yang Ketat dan Betah Polda Jabar Loloskan 575 Caba Polri T. A 2018 (1)Kapolda Jabar Irjen Pol. Agung Budi Maryoto meminta calon Bintara Polri Panda Polda Jabar yang lulus dalam seleksi menjaga diri dan disiplin dalam mengikuti pendidikan di SAN (Sekolah Polisi Negeri).

Hal tersebut disampaikan Agung, seusai acara Sidang Kelulusan Calon Bintara Polri T.A 2018, Jumat (3/8/2018). Agung pun meminta agar orangtua calon siswa Bintara Polri, yang akan diberangkatkan ke SPN besok, Sabtu (4/8/2018) senantiasa mendoakan anak-anaknya agar bisa mengikuti pendidikan dengan kuat dan selamat serta lancar dan berhasil.

Dijelaskan Agung, peserta seleksi untuk calon Bintara Polri T.A 2018 Panda Polda Jabar, yang lolos sebanyak 575 orang, terdiri dari 50 Bakomsus (Bintara Kompetensi khusus), 512 Polki Bintara PTU) polisi tugas umum) dan Bintara Polwan 13 orang.

“Proses penerimaan calon anggota Polri menggunakan prinsip Betah, bersih, transparan, akuntabel dan humanis, bebas KKN. Dan alhamdulillah, di Polda Jabar dari awal hingga akhir kita tidak menemukan adanya pelanggaran, terutama orang tua yang menitipkan anaknya dengan uang,” tandasnya.

Seleksi yang Ketat dan Betah Polda Jabar Loloskan 575 Caba Polri T. A 2018 (2)Ditambahakannya  Polda Jabar telah Berupaya seoptimal mungkin untuk melaksanakan seleksi sesuai dengan persyaratan, kriteria, mekanisme dan prosedur yang telah ditetapka  dari Mabes Polri.

Selain itu , seleksi yang btelah silaksanakan juga di lakukan dengan one day service yang berarti bahwa dalam tahapan seleksi, dilaksanakan dalam waktu satu hari yakni pemeriksaan, penilaianatau koreksi dan pengumuman kelulusan serta dilakukan pengawasan yang ketat oleh pengawas internal maupun ekternal setiap tahapan seleksi dengan tujuan agar tidak ada upaya untuk melakukan Korupsi, Kolusi, dan nepotisme (KKN).

Serta penyimpangan lainnya yang dilakukan oknum panitia. Halntersebut perlu di lakukan guna menghasilkan sumberdaya manusia Polri yang berkualitas, yangbtelah memenuhi kesehatan yang prima, KapabilitasPotensi kemampuan kreatifitas, watak dasar, kredibilitas, dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas dan sebaliknya jika proses rekrutmen dinodai dengan praktek transaksionalmaka akan berdampak besar bagi generasi Polri tegas Kpolda. *red

Categories: Uncategorized