Sekarang, Penindakan Terhadap Pabrik Terkait Limbah Bersifat Preventif

CIMAHI, eljabar.com – Penindakan terhadap pabrik terkait limbah sekarang ini mengalami perubahan, seperti tindakan yang dilakukan oleh Satgas Sektor 21 terhadap pabrik yang kedapatan membuang limbah seuai kini lebih bersifat preventif. Hal ini berdasarkan pantauan kegiatan Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat beserta anggotanya saat mendatangi dua pabrik di Kota Cimahi yakni, PT Chitose International dan PT Central Georgette Nusantara (CGN), Senin (06/08/2018).

Dijelaskan Dansektor 21, bahwa sejak bulan Agustus ini, apa yang dilakukan tak ada yang berbeda dari yang kemarin-kemarin, sejak April sampai Juli ketika kami menemukan ada pabrik yang membuang limbah tidak sesuai langsung kami lakukan penutupan di lubang pembuangan limbahnya.

“Mulai bulan ini, begitu anggota satgas menemukan pabrik buang limbah kotor, saya share video yang diambil satgas kepada pemilik atau manajer pabrik, selanjutnya saya akan meminta komitmen (surat pernyataan) dari pabrik dan berapa waktu untuk membenahinya, kemudian saya akan mengecek kembali setelah waktu yang dijanjikan,” jelasnya.

“Tapi jika sampai tenggat waktu yang diberikan ternyata pabrik belum juga menunjukkan pembenahan, ya kami pasti kami akan cor (tutup) lubang pembuangannya,” tegas Yusep Sudrajat.

Masih kata Dansektor 21, dirinya mengakui ternyata pada saat pengecekan dan meminta surat pernyataan komitmen dari pihak manajemen PT Chitose dan PT CGN, kedua pabrik sudah menunjukkan limbah yang dihasilkan sudah lebih baik dan jernih.

“Ternyata dengan memperlihatkan bukti video, pemilik pabrik rupanya sudah malu dan mampu dengan segera memperbaiki kinerja dan pengolahan limbahnya,” pungkasnya.

Sutrisno Manager GA PT CGN mengakui pada 1 Agustus 2018 menerima laporan ada temuan dari Satgas Citarum bahwa limbah yang keluar dari outfall pembuangan tidak sesuai (pekat). “Kami saat itu juga langsung bereaksi dengan memeriksa dimana letak masalahnya sehingga terjadi hal seperti itu,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Sutrisno, pihak perusahaan sudah komitmen dan mendukung program pemerintah, “Sebelumnya pada bulan Maret lalu, satgas juga pernah masuk mengecek dan limbah yang kami keluarkan baik,” tuturnya.

Pabrik yang mengklaim telah mampu me-recycle limbahnya sebanyak 75 persen ini mengaku jika pengolahan limbah yang dijalankan selalu melakukan perbaikan, “Kami selalu mengecek setiap hari, begitu juga satgas, pada saat ditemukan limbah kotor kemarin rupanya ada salah satu alat yang rusak dan saat ini sudah kami perbaiki,” tandasnya. *rie

Categories: Nusantara