Abdi Yuhana : Jokowi – Ma’ruf Amin Merupakan Figur Yang Tepat Untuk Indonesia Kedepan

  1. Laporan : Kiki Andriana

SUMEDANG, eljabar.com – Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat, Abdi Yuhana mengatakan pengusungan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019, merupakan figur yang tepat untuk Indonesia kedepan.
” Pola yang dilakukan oleh kami dalam pengusungan Capres dan Cawapres tentunya dilakukan secara akal sehat dan dilakukan secara rasional, “sebut Abdi Yuhana kepada eljabar.com saat ditemui di Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Minggu ( 12/8/2018).

Kenapa demikian, lanjut Abdi, karena ada tiga hal yang melatar belakangi kami dalam pengusungan Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin, yang pertama, kata Abdi, kita butuh adanya satu kepastian pembangunan di Indonesia, sehingga dibutuhkan figur yang bisa menyejukan suasana, yang kedua, saat ini di Indonesia defisit figur yang mengayomi, bahkan surklus kita ini selalu berhadap hadapan, Sehingga tentunya pilihan kami kepada KH. Ma’ruf Amin ini adalah pilihan kita ingin susana politik di Indonesia kedepan oeriode Jokiwi yang kedua adalah suasana yang saling menghormati dan saling menghargai diantara semua perbedaan perbedaan yang ada di Indonesia, Kemudian, ketiga, pilihan Pak Jokowi terhadap KH. Ma’ruf Amin ini sesuai konsensus, bahwa dari jaman dulu komposisi antara nasionalis dan religius itu adalah figur yang saling melengkapi. Pak Jokowi sebagai figur nasionalis dan KH. Ma’ruf Amin merupakan figur yang religius, Sehingga tentunya ini akan membuat Indonesia akan menjadi sejuk, mengayomi dan juga dapat meminalisir isu isu yang SARA, fitnah, yang terkait persoaaln yang muncul saat ini yaitu politik identisas. Ketiga hal itulah yang menjadi landasan rasionalisasi kenapa Pak Jokowi memilih KH.Ma’ruf Amin., ” terangnya.
Seperti kita ketahui, menurut Abdi, di Indonesia politisasi indentitas saat ini terus menguat, jika hal ini terus berlangsung maka akan membuat negeri ini tidak sehat. Jika saya ibaratkan seperti kita makan di restoran yang hanya menyajikan satu menu, dan menunya itu yang tidak sehat ,” hari ini kita malahap makanan yang tidak sehat maka untuk lima hingga sepuluh tahun kedepan tubuh kita akan tidak sehat, ” kata dia.
Memang, lanjut Abdi, politik identitas ini merupakan pintu masuk untuk merebut kekuasaan, namun untuk perkembangan politik di Indonesia, politik identitas itu tidak baik yang tentunya dapat merusak sistem demokrasi di Indonesia, ” ujarnya. (*)

Categories: Uncategorized