Pengangkatan Sekda Benny Bachtiar, Sarat Kepentingan Politis

KOTA BANDUNG, eljabar.com – Terpilihnya Benny Bachtiar sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung oleh Ridwan Kamil beberapa waktu yang lalu, menuai protes sejumlah masyarakat. Bahkan ada sebagian masyarakat Kota Bandung yang mendatangai Komisi A DPRD Kota Bandung, untuk menyampaikan aspirasinya, terkait kejanggalan dalam pengangkatan jabatan Sekda.
Pengangkatan Benny Bachtiar selaku Sekda Kota Bandung, dinilai sangat kental dengan nuansa politis dan sarat dengan kepentingan Ridwan Kamil. Hal tersebut diungkapkan Ketua Beyyond Anti Corruption, Dedi Haryadi.
Menurut Dedi Haryadi, nuansa nepotisme sangat terasa dalam pengangkatan Sekda, Benny Bachtiar. Soalnya hasil open bidding yang dilakukan oleh tim terhadap calon Sekda Kota Bandung, Benny Bachtiar secara keseluruhan peringkatnya dibawah calon-calon yang lain.
“Iya, secara keseluruhan peringkatnya dibawah,” ujar Dedi Haryadi, kepada elJabar.com, Rabu (29/8).
Selain itu, pengalaman Benny Bachtiar meskipun mantan Asda II Kota Cimahi, menurut Dedi Haryadi belum cukup mumpuni. Soalnya Kota Bandung yang memiliki luas 30 kecamatan, berbeda dengan Cimahi yang hanya memiliki tiga kecamatan. Dari pengalaman dan integritasnya ini, menurut Dedi Haryadi, tidak meyakinkan.
“Pengalamannya belum kompleks. Cimahi itu tiga kecamatan. Bandung itu 30 kecamatan. Dari pengalaman dan kapasitas, enggak meyakinkan. Demikian juga integritasnya,” jelas Dedi.
Pengangkatan pejabat eselon II apalagi setingkat Sekda, memang sudah politis. Sehingga wajar kalau sejumlah spekulasi atas dugaan-dugaan itu muncul sangat kuat.
Meskipun Ridwan kamil sebentar lagi akan mengakhiri jabatan sebagai Walikota Bandung dan menempati kursi baru selaku Gubernur Jawa Barat, namun pemilihan Benny selaku Sekda Kota Bandung, bukan berarti lepas dari kepentingan Ridwan Kamil.
Sebelumnya juga, ada nama Hery Antasari pindahan dari Kota Cimahi, yang kini menjabat kepala Bappeda Kotqa Bandung. Hery Antasari merupakan teman kuliah Ridwan Kamil juga. Nuansa kedekatannya sangat terasa.
Dari proses seleksi yang dilakukan melalui open bidding sampai dengan penentuan akhir jatuh ke nama Benny Bachtiar, Dedi Haryadi menduga kuat pemilihan nama Benny oleh Ridwan kamil ini, sarat dengan kepentingan politis. Bahkan Dedi menduga ini ada unsur nepotismenya.
“Ada kepentingan RK (red-Ridwan Kamil) lah, ngangkat Dia,” tegasnya.
Seperti yang kita tahu, Benny Bachtiar terpilih dari dua nama lainnya, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ema Sumarna dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi.
Berdasarkan aturan ASN untuk menempati jabatan dibuka sistem open bidding. Lantas hasil dari penilaian tidak sesuai dengan hasil akhir penentuan jabatan, sama saja bohong. Pada akhirnya, kedekatan dan kepentingan politik masih terus mendominasi dalam pengangkatan pejabat dilingkungan eksekutif.
Hal ini menurut Dedi Haryadi, rawan dengan kepentingan untuk disalahgunakan dalam pengangkatan jabatan struktural. Hal ini buruk juga terhadap proses karier jabatan di pemerintah.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Edi Haryadi, saat dihubungi elJabar.com, belum bisa memberikan tanggapannya. (MI)

Categories: Politik