Jual BBM Bersubsidi ke Perusahaan, Direktur PT FMS Ditangkap Poisi

BANDUNG, eljabar.com,- Akibat menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi, Direktur PT. Ferse Mandiri Sejahtera (FMS) berinisial DHS (49 tahun) ditangkap aparat Polda Jabar.

Kasus penjualan BBM bersubsidi ke sejumlah perusahaan ini terungkap oleh petugas Unit III Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar pada Kamis (06/9/2018) di Jl. Fatahillah, Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kab. Cirebon.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto mengungkapkan, tersangka telah membeli BBM jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU di daerah Cirebon menggunakan kendaraan tangki pengangkut air yang dupasangi pompa untuk memindahkan solar bersubsidi dari tangki kendaraan ke tangki penyimpanan.

“Solar bersubsidi tersebut dibawa ke gudang di Jl. Fatahillah Desa Megu Gede, Kecamatan Weru untuk kembali dipindahkan dari kendaraan tangki air ke dalam kendaraan tangki transfortir menggunakan mesin pompa alkon. Selanjutnya solar bersubsidi tersebut dijual untuk kepentingan industri,” jelas Agung saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jabar, Kombes Pol Samudi menambahkan, tersangka melakukan pembelian solar bersubsidi dari SPBU seharga Rp5.150 per liter dan untuk operator SPBU Rp200 per liter.

“Setiap membeli solar bersubsidi, dilakukan pada malam hari dengan setiap kali pembelian sebanyak 3.000 liter, 6.000 liter hingga 8.000 liter,” ungkapnya.

Kemudian, tambah Samudi, tersangka menjual kembali solar bersubsidi ke perusahaan industri seharga Rp.7.300 per liter.

“Penjualan BBM solar bersubsidi yang dilakukan oleh tersangka ke perusahaan industri dalam satu minggu rata-rata dilakukan 3 kali. Setiap kali penjualan, jumlahnya sebanyak 8.000 liter. Dalam sebulan, tersangka bisa untung sebesar Rp200 juta,” jelasnya.

Disebutkan, motif tersangka melakukan perbuatan tersebut yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari selisih harga antara pembelian BBM solar bersubsidi dari SPBU dengan penjualan BBM solar untuk keperluan industri.

“Keuntungan yang diperoleh tersangka yaitu sebesar Rp1.950 per liter dikalikan dengan penjualan sebanyak 8.000 liter, yaitu sebesar Rp15.600.000,” jelasnya.

Dari kasus ini, diamankan barang bukti berupa 1 unit kendaraan mitsubishi Light Truk Tangki nopol E 8216-PX berisi solar bersubsidi 8.000 liter beserta kunci kontak dan STNK, 1 unit kendaraan tangki nopol B 9467 TFU yang digunakan untuk mengangkut solar bersubsidi dari gudang ke konsumen dan 1 unit kendaraan tangki nopol B 9503 TFU yang digunakan untuk mengangkut solar bersubsidi dari gudang ke konsumen.

Selain itu, polisi juga mengamankan 1 unit kendaraan tangki nopol : E 7206 XX untuk mengangkut solar bersubsidi yang dibeli dari SPBU ke gudang, 2 buah tangki bahan bakar original, 1buah mesin alkon, 2 buah selang, 1 gulung kabel terminal, 1unit carger accu, 23 lembar struk pembelian di SPBU Pangenan, 11 lembar struk pembelian di SPBU Gebang dan 6 lembar struk pembelian di SPBU Gempol.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI no. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp.60 miliar.

“Kami akan mengembangkan apakah ada permainan juga dengan pihak SPBU, manageman atau lainnya,” tandas Samudi. (Boni)

Categories: Uncategorized