Menko Bidang Perekonomian Gelar “Pilot Project Kurikulum Kopi”

Kiki Andriana

SUMEDANG, eljabar.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution melakukan Pilot Project Kurikulum Kopi, di SMK PPN Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (24/9/2018)

“Ini adalah upaya kita persiapan percontohan untuk diperbanyak di tahun depan. Tentunya nanti tidak harus bidang kopi saja, bisa saja bidang lain, ada banyak program keahlian yang sudah kita identifikasi yang akan bisa diperbanyak pada tahun depan, tetapi untuk sekarang kita mulai dengan percontohan saja dulu, karena kalau langsung besar besaran anggarannya pasti sangat besar, walaupun nanti anggarannya disiapkan di APBN untuk dikembangkan di seluruh Indonesia, ” tutur Darmin Nasution kepada eljabar.com saat ditemui usai pelaksanaan Pilot Project Kurikulum Kopi , di SMK PPN Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin ( 24/9/2018)

Jadi, lanjut Darmin, ini adalah upaya pemerintah untuk memulai sesuatu cara yang baru bahwa pendidikan itu tidak bisa memiliki model sedikit sedikit tetapi harus banyak. Kemudian pelajarannya itu terlalu banyak, masa belajar bahasa Indonesia tiga tahun lagi, “Sudahlah mereka sudah pintar kalau berbahasa Indonesia. kita kan bisa mengajarkan mereka lebih baik mengajari mereka keahlian dan keterampilan, Itu hal yang penting, ” kata Darmin.

Sehingga, Menurut Darmin, mungkin kedepan sebenarnya pelajaran yang kita ketahui selama ini cukup sepertiganya saja, sepertiganya praktek dan sepertiganya lagi arahnya ini agak susah, itu adalah magang. Karena beda praktek dengan magang. Magang ini ada Fighting Factor yang harus kita kembangkan, Nah ini pun masih ada hambatannnya. Karena di sistem perpajakan Fighting Factor itu hasilnya harus disetor ke negara, jadi, lanjut Darmin, kedepan kita akan merubahnya, sehingga tahun depan tidak harus disetor lagi ke negara. Tahun depan mereka tidak disuruh setor, nantinya bisa dipakai untuk pengembangan sekolah,” pungkasnya. (*)

Categories: Ekonomi