You are here: Home » Priangan » Kabupaten Bandung » Bisnis Melulu, Oknum Guru Kelas SDN Ini Jarang Masuk Kerja?    

Bisnis Melulu, Oknum Guru Kelas SDN Ini Jarang Masuk Kerja?     

Ilustrasi: net.

 

KAB. BANDUNG, eljabar.com,– Guru adalah salah satu profesi paling mulia. Guru sosok penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM).

Tugas guru tentunya tidak mudah. Ia tidak hanya berbicara di dalam kelas di hadapan siswa untuk menyampaikan pembelajaran sesuai kurikulum, namun juga bertugas mentransformasikan nilai-nilai budi pekerti luhur pada anak didiknya yang merupakan generasi penerus bangsa ini, yakni Idonesia tercinta.

Selain itu, guru harus jadi panutan di mata masyarakat dan harus mengetahui karakteristik peserta didik agar apa yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami, sehingga peserta didik menjadi insan yang cerdas.

Namun lain halnya dengan oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang satu ini. Sebagi guru, dia tidak layak digugu dan ditiru oleh siswa. Pasalnya, oknum guru di wilayah kecamatan timur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini jarang masuk kerja alias ngedul datang ke sekolah demi mementingkan usaha perkayuan milik pribadinya.

Sumber kepada eljabar menyayangkan ulah oknum guru kelas SDN tertentu itu lantaran jarang masuk kerja untuk melaksanakan tugas sebagai pengajar.

“Dia (oknum guru) malah sebaliknya, sibuk melulu dengan usaha perkayuannya sehingga meninggalkan pekerjaan inti sebagai pengajar. Itu jelas melanggar aturan dan harus diberi sanksi,” ujar sumber seraya mengatakan oknum guru berinisial M itu bukan guru penjas.

Dia mengatakan, karena kesibukannya menggeluti bisnis perkayuan dan meninggalkan pekerjaan sebagai guru, maka M selama ini telah memakan gaji haram. “Jelas dia makan gaji buta karena jarang masuk kerja umumnya guru PNS lain,” ungkap sumber.

Sumber lain menuturkan, M sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan guru kelas dengan ijazah S1. Tentunya selain mendapat gaji bulanan rutin, M juga mendapat uang sertifikasi. “Artinya sebagai guru profesional, secara ekonomi dia mencukupi,” ungkapnya.

Namun, tambah sumber, akibat ambisi ingin lekas kaya, M pun rela melacurkan profesi guru agar jadi penguhasa perkayuan.

“Di kalangan guru di kecamatan tertentu, M adalah oknum guru kelas, bukan guru penjas,” pungkas sumber. (A56)

5,299 total views, 1 views today