You are here: Home » Jawa Barat » Dilantik di Kandang Kambing TPA Bantar Gebang, Golkar Kota Bekasi Identifikasi Masalah Ini

Dilantik di Kandang Kambing TPA Bantar Gebang, Golkar Kota Bekasi Identifikasi Masalah Ini 

rps20160929_074956BEKASI,eljabar.com -- Dr Rahmat Effendy atau akrab disapa Bang Pepen yang pada perhelatan Musda Golkar Kota Bekasi berhasil menang secara aklamasi, hari ini Rabu (28/9) dilantik oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi di sebuah kandang kambing milik warga di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bantar Gebang Kota Bekasi. 

Seperti calon Pengurus Golkar Kabupaten/Kota yang lain, Bang Pepen diperintahkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat untuk membangun rumah tidak layak huni milik rakyat miskin di wilayahnya. Rumah milik Rustam (34) anak dari Naim (74) sudah dibangun dengan rapi oleh Pengurus Golkar Kota Bekasi. 

"Berkah dari Golkar Pak, rumah anak bapak direhab oleh Bang Pepen. Bapak bisa tidur enak. Ini uang untuk modal membeli kambing, bapak tidak boleh menjadi kuli lagi tapi bapak harus menjadi tuan". Kata Dedi kepada Naim. 

Sebelum prosesi pelantikan dilangsungkan, Dedi bersama Bang Pepen yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Bekasi tersebut sempat meninjau proses belajar anak-anak pemulung di Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang. Ia dan rombongan terlihat membagikan bantuan paket buku tulis dan seragam sekolah kepada anak-anak yang tak kurang dari 300 orang ini. 

Muhammad Sutan Rafly (14) salah seorang anak penerima bantuan tersebut mengaku senang mendapat seragam baru karena mulai besok dapat memakainya sehingga terlihat seperti bersekolah di sekolah formal. 

"Teman-teman lain juga ikut senang. Tadi dikasih buku tulis sama seragam oleh Kang Dedi". Ucap Sutan dengan polos. 

Rangkaian acara pelantikan yang terbilang sederhana ini ditutup dengan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bantar Gebang. Kondisi tempat yang menerima sampah rumah tangga dari DKI Jakarta tersebut terlihat sangat kontras dengan kondisi pusat Kota Bekasi yang saat ini sudah menjadi salah satu destinasi kaum urban. 

Bang Pepen dalam keterangan persnya menjelaskan setiap hari Tempat Pembuangan Sampah yang berada dalam wilayah administratifnya sebagai Walikota Bekasi ini dapat menerima sekitar 1.700 ton sampah setiap hari dari Kota Bekasi dan 7.000 ton sampah dari DKI Jakarta. Dia mengaku, pihaknya sedang memperjuangkan tambahan kontribusi kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari Rp130 ribu per meter kubik sampah menjadi Rp200 ribu per meter kubik sampah. 

"Kalau bantuan langsung kan ada Rp200 Milyar per tahun. Rutin kita terima. Tetapi ini kan harus juga ada kontribusi yang layak bagi warga sekitar Bantar Gerbang. Tahun ini kita perjuangkan agar tahun depan nilai kontribusinya bisa meningkat". Jelas Pepen. 

Bang Pepen pun membeberkan perihal alokasi dana kontribusi yang dia maksud. Dana tersebut menurut dia memiliki nilai penting karena digunakan oleh warga sekitar Bantar Gebang untuk pembangunan infrastruktur jalan, rumah tidak layak huni, pelayanan kesehatan hingga pendidikan. 

"Disini ada sekitar 2.700 rumah tidak layak huni, seperti rumah Pak Naim tadi. Fasilitas jalan, pendidikan dan kesehatan itu dari sana berasalnya". Pungkas Pepen. 

Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Dedi Mulyadi saat dimintai keterangan di lokasi tersebut mengatakan identifikasi masalah sosial dapat dilakukan oleh Partai Golkar ketika partai mampu mengubah paradigma elitis menjadi lebih dekat kepada masyarakat. Khusus soal Bantar Gebang ini dia menilai bahwa pengorbanan dan kontribusi masyarakat sekiat Bantar Gebang sudah selayaknya ditebus dengan penyediaan fasilitas publik yang layak di sekitar wilayah itu. 

"Jakarta hari ini bisa kinclong karena kekumuhan yang ada di Bantar Gebang. Ya, wajar dong kalau warga Bantar Gebang juga ingin kinclong, jalannya ingin kinclong, seluruh piranti untuk kehidupan mereka pun harus kinclong". Tegas Dedi. 

Melalui Bang Pepen, kader Golkar sekaligus Walikota Bekasi, Dedi mengaku akan terus memantau keadaan masyaratak Bantar Gebang. Apalagi Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut terbilang akrab dengan Gubernur DKI Jakarta Ahok. Dedi juga mengaku akan terus menjalin komunikasi dengan Gubernur yang saat ini kembali mencalonkan diri dalam perhelatan Pilkada Jakarta Tahun 2017 mendatang tersebut. (hm/018)

333 total views, 1 views today