You are here: Home » Priangan Timur » Kabupaten Garut » Galian C Ditutup,Warga Pun Mengeluh

Galian C Ditutup,Warga Pun Mengeluh 

photostudio_1495406941661

“ Warga Kampung Salagedang Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut mengeluh,Pasalnya dalam beberapa pekan ini tidak bisa beraktifitas seperti biasanya“

GARUT,elJABAR.com – Sejumlah warga yang bekerja di Galian C Pasir Kuyambut yang berlokasi di Kampung Salagedang Rw 07 Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut mengeluh, sudah beberapa pekan terakhir aktifitas mereka terhenti, pasalnya  permasalahan perijinan Galian C tersebut yang belum lengkap menjadi salah satu indikator Galian C ditutup.

Padahal,menurut sejumlah warga, keberadaan galian C tersebut setidaknya menurutya dalam waktu dua tahun ini telah membuat perekonomian warga desa sedikit terbantu, karena mereka dapat bekerja dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya,ujar Koko (65) warga Kampung Salagedang Rt 02/07 Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut kepada elJABAR.com di lokasi,Minggu ( 21/05/2017).

“Harapan kami, galian dapat dibuka kembali karena kami dapat kembali bekerja dan kebutuhan ekonomi kami dapat terpenuhi,” kata Koko salah satu wakil warga saat di wawancarai usai pertemuan dengan pemilik galian, Minggu (20/5/2017).

Koko menambahkan, keberadaan galian tanah ini bukan saja bermanfaat bagi warga kampung Salagedang saja, melainkan warga di 4 desa di sekitarnya pun dapat merasakannya. Karena mereka pun dapat bekerja,yang sebelumnya pekerjaan mereka  tidak jelas.

“Sebelum ada galian kami bermata pencaharian sebagai buruh serabutan yang nggak jelas, bahkan ada juga yang bekerja di luar kota sekarang dengan adanya galian kami dapat bekerja di kampung halaman sendiri,”kata dia

Sementara itu Umar Hasanudin perwakilan atas nama pemilik usaha Galian Jajat secara perorangan,penutupan sementara galian diikutinya sebagai bukti bahwa mereka taat aturan perundang-undangan,kendati demikian bukan berarti tanpa ijin melainkan ijin sedang dalam proses.

“Sesuai dengan peraturan perundang-undangan karena kami taat terhadap undang undang kita menutup galian sesuai dengan perintah Dinas ESDM Provinsi Jabar, Pasalnya pihak kami sedang mengajukan permohonan peningkatkan dari IUP ekplorasi ke IUP eklorasi produksi,” katanya.

Ia pun berterima kasih kepada ESDM Provinsi Jabar, yang sudah membina usahanya dari 2013 hingga kini, dan pihaknya berharap semua pengurusan ijin ekplorasi produksi bisa cepat dikeluarkan.

Ditambahkannya,peningkatan ijin ekplorasi menjadi ijin ekplorasi produksi  galian Pasir Kuyambut yang sedang diajukan kliennya, dapat cepat terselesaikan sehingga galian dapat kembali dibuka sesuai dengan harapan warga dan pekerja. “Harapan kami sesuai dengan harapan warga yang memprotes dan mendukung kami agar galian ini tidak ditutup,” ungkapnya.

Sementara itu, Jajat (40) pemilik lahan galian Pasir Kuyambut mengatakan, sejak tahun 2013 silam, pihaknya sudah mengurus segala proses ijin ditempuh dan tidak ada persoalan. Bahkan, tak kurang 5 ijin sudah dikantonginya. “Warga dan pekerja kami banyak yang memohon untuk dibuka kembali, jumlahnya mencapai 300 pekerja yang berasal empat desa,” katanya.

Percepatan ijin sangat dibutuhkan pengusaha galian, lanjut Jajat. Bahkan bukan saja bagi dirinya, hal kesulitan mendapatkan ijin dirasakan pula oleh para pengusaha lain di garut. Ia berharap, pembinaan terhadap pembuatan ijin dapat terus dilakukan oleh pemprov jabar.

“Kalau pun mau, keluhan terhadap ijin ini dirasakan juga oleh pengusaha lain yang sejenis. Kami berharap pemerintah provinsi tetap melakukan pembinaaan dan mendorong pengusaha tambang untuk bersama -sama mengurus iiin perijinan,” katanya (kiki)

5,424 total views, 6 views today