You are here: Home » Jawa Barat » Jago Memungut, Oknum Pejabat SMP ini Layak Mendapat ‘Anugrah Pungli’

Jago Memungut, Oknum Pejabat SMP ini Layak Mendapat ‘Anugrah Pungli’ 

ilustrasi-pungliKAB. BANDUNG, eljabar.com,– Di akhir tahun 2017, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, DR. H. Juhana, M.M.Pd memberikan reward kepada siswa dan GTK berprestasi, yakni penganugerahaan winaya.
Penyerahan penghargaan kepada siswa dan GTK berprestasi di berbagai bidang itu dilaksanakan di Gedung Mochamad Toha, Kamis pekan kemarin.
Adapun penerima Anugerah Winaya tahun 2017 tingkat Kab. Bandung sebanyak 106 orang siswa dan guru, tingkat Jawa Barat 57 orang, tingkat nasional 20 orang dan tingkat Internasional 2 orang.
Penyerahan penghargaan berupa plakat dan piagam terasa lebih spesial lantaran diserahkan dihadapan Bupati Bandung, Dadang M. Naser dan tamu kehormatan lainnya.
Jika sejumlah guru dan siswa ini berlomba mengharumkan nama daerah dengan prestasinya, lain halnya dengan oknum pejabat “terlupakan” yang juga layak mendapat penghargaan. Sebab dia telah “berhasil” mencoreng nama baik dunia pendidikan karena diduga kuat melakukan pungutan liar alias pungli.
Belakangan ini, oknum pejabat SMP Kab. Bandung yang mustinya mendapat anugerah di bidang lain karena ulahnya diduga melakukan pungutan liar (pungli) pada guru SMP namun saat ini lolos dari jeratan ‘penghargaan’ hukum.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, oknum tersebut memungut kepada sejumlah guru saat akan mengurus SK Jabatan Fungsional (Jafung) dengan tarif Rp.200.000 melalui oknum Kasie Tentis SMP Kab. Bandung Hj. En.
Selain itu, sang oknum juga terlibat dugaan pungli terhadap penerima bantuan rehab ruang kelas dari pemerintah tahun 2017 untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Nilai pungli pada bantuan tersebut mencapai 5 persen dari jumlah anggaran.
“Tidak hanya itu, ketika Kepala SMPN menerima bantuan untuk ruang kelas baru (RKB), oknum pejabat rakus juga terindikasi meminta jatah hingga puluhan juta rupiah. Bahkan aksi mengeruk uang negara untuk memperkaya diri ini melibatkan oknum kepala SMPn tertentu yang dijadikan tangan kanan sebagai pengepul dana,” ungkap sumber yang meminta tidak ditulis namanya belum lama ini.
Ironisnya, hingga berakhir tahun 2017, aksi tangan jahil yang dilakukan oknum tersebut berjalan aman dan lancar. Pasalnya, imbuh sumber, aparat penegak hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, kayak golok.
Sumber mengaku miris jika mendengar dugaan pungli yang dilakukan oknum pejabat SMP Kab. Bandung. Sebab, jumlah uang negara yang terancam salah sasaran sangat besar dan praktek kolusi, korupsi dan nepotisme semakin merajalela.
“Untuk japung, tersiar kabar dihargai Rp.200.000 per lembar. Karena kerakusan pejabat bermental tikus itu, kepala SMPN yang mendapat bantuan dana dari pemerintah untuk merehabilitasi ruang kelas pun menjadi lehan empuk proyek memperkaya pribadi,” ujar sumber.
Sumber lain menambahkan, selama penegak hukum tidak mau turun tangan, jangan harap korupsi dan pungli bebas bergerak di bumi pertiwi.
“Selayaknya, yang terlibat dugaan pungli dan pengepul uang haram itu diberi penghargaan berupa ‘Anugrah Pungli’,” ucapnya menyindir. (A56)

7,020 total views, 1 views today