You are here: Home » Priangan Timur » Kabupaten Ciamis » Maharya Pati Gelar Seni Budaya di Bojong Galuh

Maharya Pati Gelar Seni Budaya di Bojong Galuh 

maharya_pati_02CIAMIS, eljabar.com – Selasa, (17/01/2017) Desa Dana Sari, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis menggelar acara kesenian budaya sunda yang diadakan di Sekretariat Maharya Pati Bojong Galuh (Dana Sari). Acara tersebut dihadari kesepuhan Maharya Pati R. Said Kusuma, Pembina Maharya Pati Brigjen. Rudiono, Ketua Dewan Pembina Maharya Pati Ndaru Kusumo, Korwil Jabar Maharya Pati Ropiq, Korwil Priangan Eko, sesepuh Padepokan Gunung Salak Ki Muslih, sesepuh Bojong Galuh dan seluruh kepengurusan Maharya Pati se-Priangan. Beberapa acara pun turut disuguhkan serta dipimpin langsung oleh R. Said Kusuma selaku Maharya Pati.

Kesenian sunda yang sudah kurang peminat di kalangan anak bangsa ini menjadi perhatian khusus dari R. Said Kusuma yang juga sebagai Ketua Mahesa Kujang Rajawali. Beliau pun angkat bicara tentang seni budaya. “Kurangnya perhatian khusus dari pemerintah pusat ataupun kabupaten/kota untuk melestarikan budaya yang ada di negara tercinta ini. Salah satunya kesenian budaya sunda dan seni-seni yang lain,” katanya.

Dampak dengan kurangnya perhatian khusus, masuklah pengaruh budaya asing yang merusak mental ataupun intregritas anak bangsa. “Saya katakan kita harus kembali ke aksara awal suka tidak suka dunia sudah mengatakan hari ini menurut beberapa peneliti, seperti dari Jepang Prof. Yos Santos dan Open Hepen Hemer pun menyatakan bahwa seni dan budayalah yang menentramkan suasana kondusip,” katanya lagi.

Jadi diharapkan ke depannya melalui seni dan budaya ini kembali kepada jati diri bangsa. Budaya ini dinaikkan untuk menjaga pengaruh yang demikian dasar globalisasi tentang era telekomunikasi dan ini sudah merasuk ke seluruh lapisan masyarakat yang sengaja dan tidak sengaja mereka terbebani oleh kostan (ongkos pulsa) dan menurut peniliti telekomunikasi pulsa dalam satu hari bisa mencapai kurang lebih 800 miliar. Betapa besar dana yang terserap dari masyarakat untuk beli pulsa.

Ini pun tidak bisa dicegah dengan pengaruh teknologi yang maju tetapi ada caranya untuk menyeimbangkan yaitu dengan cara di filter karena tidak semua informasi itu harus ke bablasan. Dan sesuai kearipan-kearipan lokal dimana itu untuk membangun citra budayanya. Apabila disini bisa bertahan saya yakin bangsa ini akan kuat dan akan menjadi contok kearipan dunia.

Di negara tercinta ini untuk seni dan budaya telah hilang sekitar 73 % kita kehilangan terlalu jauh di dalam pergeseran untuk menemukan nilai-nilai jati diri bangsa yang gepnya sangat jauh. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin ini tidak sesuai dengan cita-cita proklamator, makanya Presiden Jokowi membuat program deregulasi dari paket 1-sampai 13 tetapi program tersebut belum bisa terlaksana. Dan kita pun tidak tahu kenapa program tersebut belum terlaksana makanya untuk bapak-bapak yang sedang berkuasa tolonglah kami untuk mengangkat kembali citra anak bangsa lewat seni dan budaya. (Jaja, ST)

2,248 total views, 1 views today