You are here: Home » Cirebonan » Masyarakat Desa Kawung Sari Dampak Waduk Cileuweung, Minta Ganti Rumah Hitungan KK Bukan Hitungan Rumah

Masyarakat Desa Kawung Sari Dampak Waduk Cileuweung, Minta Ganti Rumah Hitungan KK Bukan Hitungan Rumah 

Sejumlah pejabat terkait tengah merumuskan penentuan lahan relokasi bagi warga Desa Kawungsari di petak 46 RPH Cibeureum, BKPH Cibingbin, tanah tersebut masuk ke wilayah Desa Sukarapih dan Desa Sumurwiru Antara lain dari DPRPP Kabupaten Kuningan, BBWS Cirebon, BPN serta KPH Kuningan (Foto. Maman Sutarman)

Sejumlah pejabat terkait tengah merumuskan penentuan lahan relokasi bagi warga Desa Kawungsari di petak 46 RPH Cibeureum, BKPH Cibingbin, tanah tersebut masuk ke wilayah Desa Sukarapih dan Desa Sumurwiru Antara lain dari DPRPP Kabupaten Kuningan, BBWS Cirebon, BPN serta KPH Kuningan (Foto. Maman Sutarman)

Kuningan, eljabar.com — Masyarakat Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat meminta kepada pemerintah agar dalam pemberian rumah bagi Desa Kawungsari yang diberikan di lahan Perum Perhutani, petak 46 RPH Cibeureum BKPH Cibingbin, KPH Kuningan sebagai relokasi dari tenggelamnya Desa tersebut akibat pembangunan Waduk Cileueweung agar dikaji ulang untuk hitungan pengganti dari jumlah rumah ke hitungan jumlah KK dan lokasi yang akan dihuni masyarakat selamanya.

Ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Desa Kawungsari yang akan ditenggelamkan desanya oleh pembangunan mega proyek Waduk Cileuweung yang kini sudah sekitar 50 persen pembangunan Waduk tersebut. Setelah beberapa tahun menanti kepastian terjawab sudah meskipun belum seluruhnya tanah dan rumah milik masyarakat  terbebaskan, tetapi pemerintah telah menentukan relokasi bakal hunian baru untuk warga desa Kawungsari yaitu di tanah Perum Perhutani  seluas 7,5 Ha, di petak 46, RPH Cibeureum, BKPH Cibingbin, KPH Kuningan, Unit III Jawa Barat. Melalui BBWS Cirebon, sedangkan luas taah yang dibutuhkan 10 Ha, “kemungkinan akan membeli tanah warga yang letaknya satu hamparan degan perhutani,” kata Susan Raspiyasa Asper Cibingbin, yang di amini Lukman Kabid Bendungan BBWS.

Penggantian bakal lahan hunian bagi masyarakat Desa Kawungsari  seluas 10 Ha itu berdasarkan hitungan BBWS serta Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kuningan sebanyak 361 rumah tive 36  yang disediakan Kementrian PUPR, namun ditengah garapan penyediaan lahan terjadi pro kontra di masyarakat, sebagian warga mengatakan lokasi tidak cocok untuk hunian, bagian lain masyarakat Kawungsari juga ada yang mengatakan tidak transparan dalam penentuan relokasi lahan penduduk, “kenapa kami sebagai warga masyarakat Kawungsari tidak diajak musawarah terlebih dahulu,” terangnya.

Kalau bicara hal itu jelas kami tidak tahu, karena itu urusan pusat, yang menyediakan rumah dengan jumlah sebanyak itu serta benuk bangunanya juga kan ditentukan oleh kementrian PUPR, ya kita kerjakan sesuai dengan yang telah ditentukan,”  jelas Sekdis DPRPP Yudi Nugraha.

Sementara Kepala Desa Kawungsari  Kusto yang baru beberapa pekan dilantikpun menyatakan tidak tahu, “saya tidak tahu apa apa undanganpun tidak ada, saya kesini (lokasi Red) itu hanya ingin tahu dan memastikan saja karena walau bagaimanapun juga ini adalah desa kami yang akan kami urus dari berbagai kepentingan,” uarnya kepada Harian Umum Sinar Pagi Baru di lokasi bakal perumahan warganya. (Mans Sutarman).

13,719 total views, 2 views today