You are here: Home » Priangan Timur » Kabupaten Garut » Peluru Nyasar Ini Bersarang Di Kaki Pemandu Lagu

Peluru Nyasar Ini Bersarang Di Kaki Pemandu Lagu 

photostudio_1507010007688

Devia Supiani (20), Seorang pemandu lagu menjadi korban peluru nyasar di ruang 210 Milan Karoke, Kab.Garut

GARUT, eljabar.com – Devia Supiani (20), Seorang pemandu lagu menjadi korban peluru nyasar saat ia tengah menemani pelanggan untuk berkaraoke di ruang 210 Milan Karoke, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kompleks Garut Superblok no.D1 D5 Kel, Haurpanggung, Tarogong Kidul, Kab. Garut, Jawa Barat. Peristiwa nahas yang membuat betis kaki kirinya terluka itu terjadi pada Senin (02/10/2017) malam, Devi tertembak bermula saat ia tengah menemani pelanggan karaoke yang bernama Gilang beserta empat kawannya di ruang 210. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang tidak diketahui dari mana datangnya, namun tiba-tiba Devi merasa kesakitan pada bagian paha kirinya. Rupanya, sebuah peluru telah menembus masuk ke dalam kulitnya, meski tak sampai menembus tulang. Berdasarkan informasi yang terhimpun eljabar.com, peluru tersebut diduga berasal senjata Revolver milik Kanit Reskrim Polsek Pakenjeng, Aiptu Sapriyudin dari ruang 209 yang sedang berada di room yang bersebelahan dengan ruang tempat Devia bekerja. Sapriyudin bersama kawan kawan diketahui tengah berkaraoke bersama dengan Kasium Brigadir Kiki Eriyana di ruang 209 itu dan ditemani oleh dua pemandu karaoke lain, Janet dan Ayank. Peluru itu menembus dinding ruang 209 ke ruang 210 hingga melukai Deviana. Kabid Humas Polda Metro Jawa Barat Kombes Yusri Yunus membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat ini kedua polisi tersebut tengah diperiksa oleh Propam. “Betul. Ya sudah diamankan. Diperiksa oleh Propam, dimintai keterangan,” ujarnya, saat dikonfirmasi eljabar.com, Selasa (03/10/2017) siang. Namun, Yusri sendiri belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait siapa yang sedang memainkan Revolver itu hingga bisa menimbulkan korban. Saat ini saksi-saksi yang terlibat saat kejadian itu, masih diperiksa polisi. Saat disinggung mengenai hukuman apa yang bisa diberikan kepada dua anggotanya itu, Yusri juga enggan menjawab. Menurutnya, ia masih mengikuti perkembangan kasus ini untuk memutuskan tindak lanjut dari kejadian ini. “Sambil jalan saja, kita lihat perkembangannya. Yang jelas yang melanggar akan kita tindak, kita profesional, ya,” kata Yusri Namun, berdasarkan irformasi dari keamanan Milan Karaoke kepada polisi sekitar 21.00 WIB, sebelum Sapriyudin masuk ke dalam ruang karaoke, ia sempat meminta kepada recepsionis Milan untuk diberi pemandu lagu, sambil memainkan revolvernya. Hingga berita ini diturunkan Devia yang menjadi korban peluru nyasar itu, kini tengah dirawat intensif di RSUD dr. Slamet, Garut. ( Arif)

2,715 total views, 4 views today