You are here: Home » Priangan Barat » Kota Bogor » Pemberantasan Korupsi Tidak Hanya Bicara Integritas Personal

Pemberantasan Korupsi Tidak Hanya Bicara Integritas Personal 

gambar_20660BOGORKOTA,eljabar.com — Bersama Ketua KPK RI Periode 2011-2015, Abraham Samad, Wali Kota Bogor, Bima Arya tampil sebagai narasumber Obrolan Santai Mencari Solusi (OBSESI) di Aula Graha Pena Radar Bogor, Selasa (27/12). Pada kesempatan itu, Bima mengulas korupsi pada tiga kategori. Masing-masing korupsi karena kebutuhan, korupsi karena keperluan dan korupsi karena kerakusan.

Pada kesempatan itu Bima juga menyinggung tentang peningkatan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik, sesuai tema acara. Menurutnya, logika peningkatan kesejahteraan yang selalu diiringi dengan peningkatan integritas, tidak sepenuhnya benar. Meningkatnya kesejahteraan bisa jadi akan diikuti dengan meningkatnya syahwat yang lain.

Oleh karena itu bicara pemberantasan korupsi tidak sekedar bicara integritas personal. “Kita harus bangun sistem yang lain karena peningkatan kesejahteraan hanya satu aspek, yang lain harus dipikirkan, komitmen itu harus oleh semua,” katanya. Bima meyakini pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan hanya dengan bersih diri sendiri. Jika masih ada sistem kotor yang bermain, maka hal itu tidak mudah dilakukan. “Tidak bisa kita bersih sementara yang lain masih jadi bagian dari sistem,” lanjutnya.

Sebelumnya Abraham Samad menjelaskan tentang Grand Corruption (korupsi besar) dan Petty Coruption (korupsi kecil). Untuk menangani korupsi di level bawah, tiga hal yang harus dijalankan. Masing-masing, sistem pendapatan gaji diperbaiki, perbaiki pula tata kelola dalam sektor pelayanan publik dan masyarakat didorong agar tidak skeptis, apatis atau permisif. “Sedangkan terapi untuk pelaku korupsi di level atas adalah penegakan hukum. Ditangkap pelakunya agar ada efeknya,” katanya.

Selain Bima dan Abraham Samad kegiatan ini juga dihadiri Rektor Universitas Pakuan Bogor, Bibin Rubini dan Bupati Bogor Nurhayanti. Pada kesempatan itu para nara sumber yang hadir mendapat apresiasi berupa pertanyaan dari budayawan, pejabat Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Bogor, LSM, warga pemerhati pendidikan, Himpunan  Mahasiswa Islam (HMI) serta tidak ketinggalan siswa SMA dan para mahasiswa.(hm/red)

1,551 total views, 1 views today