You are here: Home » Olahraga » Sangsi PSSI Terhadap Persib Itu Tidak Wajar , Ini Kata Sidik Jafar

Sangsi PSSI Terhadap Persib Itu Tidak Wajar , Ini Kata Sidik Jafar 

photostudio_1505647057262

Sidik Jafar, Ketua DPD Partai Golkar Kab.Sumedang, yang juga calon wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023.

SUMEDANG, elJABAR.com – Ketua DPD Partai Golkar Kab.Sumedang, yang juga calon wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023 kepada sejumlah wartawan mengatakan, pemberian sangsi yang dilakukan PSSI kepada Persib, diaanggapnya sangat berlebihan, pasalnya yang dilakukan Bobotoh itu sangat wajar karena bentuk rasa empati bobotoh kepada umat muslim etnic Rohingya yang menjadi korban kekerasan kemanusiaan militer Myanmar, ujar Sidik Jafar ,Di Desa Haur Ngombong, Kec.Pamulihan, Kab.Sumedang, Minggu (17/09/2017)

Sebelumnya, koreografi yang dibuat oleh bobotoh menyebabkan PSSI menjatuhkan sanksi kali ini berupa denda Rp 50 Juta lewat surat bernomor 92/L1/SK/KD – PSSI/IX/2017 pada Kamis 14 September 2017, Komdis PSSI menyebutkan konfigurasi “Save Rohingya” yang dilakukan Bobotoh merupakan pelanggaran.

Lanjut Sidik Jafar, yang juga mantan pemain Persib era 80 an, mungkin sudut pandang PSSI itu berbeda, PSSI melihatnya dari sudut pandang apa dulu, jika dlihat dari sudut politik, yang Bobotoh tidak ada hubungannya dengan politik, PSSI harus memandang lebih jauh lagi dan pemberian sangsi ini harus dikaji terlebih dahulu, jangan terlalu cepat memberikan sangsi kepada Persib.

“ Yang dilakukan bobotoh itu sangatlah wajar, sampai bobotoh mengumpulan uang receh pun itu wajar, karena ini bentuk kepedulian dan empati dari bobotoh kepada etnic Rohingya yang menjadi korban pembantain militer Myanmar, ditambahkannya, menurut Ketua DPD Golkar Kab.Sumedang yang juga akan menjadi pendamping Irwansyah Putra di pilkada Sumedang 2018 mendatang, saya akan terus mendukung apa yang dilakukan bobotoh, selama itu positif, bayangkan,“Kalau Persib tidak main pada liga Indonesia, liga pasti akan sepi, dan jika Persib tidak berlaga persepak bolaan Indonesia bagaikan sayur tanpa garam.“ Ungkapnya (kiki)

2,695 total views, 2 views today