You are here: Home » Cirebonan » Setelah Dilantik, Pengurus Partai Ini Harus Cium Anak Yatim

Setelah Dilantik, Pengurus Partai Ini Harus Cium Anak Yatim 

rps20161011_120018MAJALENGKA,eljabar.com -- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melantik pengurus partai berlambang pohon beringin tersebut di kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya. Hari ini Senin (10/10), pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut melantik Pengurus DPD Golkar Kabupaten Majalengka di Kampung Pakandangan Desa Balida Kecamatan Dawuan Majalengka. 
Seperti pelantikan pengurus Golkar di kabupaten lain, acara pelantikan di Kabupaten Majalengka pun berlangsung jauh dari kesan mewah bahkan cenderung seadanya. Rumah Mak Resih (57) nenek yang sehari-hari mengurus seorang anak yatim bernama Alya (6) terpilih menjadi lokasi pelantikan. 

Menurut Dedi, pemilihan lokasi pelantikan yang tidak lazim ini sengaja dilakukan untuk menegaskan bahwa Partai Golkar adalah partai rakyat bukan partai hotel. Sehingga ke depan, masih menurut dia, seluruh kegiatan partai harus difokuskan di tengah masyarakat bukan di gedung atau ball room mewah. 

"Kader Golkar harus tumbuh di tengah masyarakat, bukan tumbuh dari balik meja. Kalau Kader Golkar bertemu dengan anggota masyarakat, sapa mereka, tanya kesehariannya, ada tidak keluarganya yang sedang kesusahan, kemudian harus mau turun tangan untuk membantu menghilangkan keluh kesahnya". Tegas Dedi di depan seluruh pengurus dan kader. 

Kepada Mak Resih (57) dan cucunya Alya (6), pria yang juga masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta untuk masa jabatan yang kedua ini memberikan bantuan untuk biaya hidup dan modal usaha. Tak pelak, bantuan yang tidak disangka oleh Mak Resih ini membuat dirinya terharu. 

Mak Resih pun sempat menceritakan perjuangannya merawat sang cucu dalam kondisi tidak memiliki profesi tetap. Alya, menurut Mak Resih sudah tidak memiliki orang tua karena ibunya, Iroh (18) meninggal tiga hari setelah melahirkannya karena pendarahan akibat operasi besar saat melahirkan. Sementara Ayah Alya, Komar (38) harus meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya beberapa tahun yang lalu. 

"Emak mah tidak punya pekerjaan, harus repot mengurus Alya. Emak tidak menyangka dapat bantuan dari Kang Dedi, ternyata masih ada yang mau peduli pada Emak dan anak yatim yang Emak urus, kasihan kedua orang tuanya sudah meninggal". Kata Mak Resih sambil berlinang air mata. 

Setelah prosesi pelantikan berlangsung, seluruh pengurus dan kader diwajibkan untuk mengelus dan mencium Alya sebagai tanda cinta kasih dan kepedulian kepada sesama. Suasana haru menyelimuti kegiatan pelantikan partai yang tidak biasa dan baru pertama kali terselenggara di Majalengka tersebut. (red/hm)

1,758 total views, 1 views today