Oknum Pengawas SMP Diduga Lacurkan Diri Jadi Penjual Buku Seni Budaya

photostudio_1512559050780
photo: Ilustrasi

KAB. BANDUNG, eljabar.com,– Tugas dan fungsi pengawas sekolah sejatinya ialah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi akademik maupun manajerial.

Selain itu, terdapat tiga kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas, yakni melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, guru dan kinerja seluruh staf sekolah.

Di samping itu, juga melakukan evaluasi dan montoring pelaksanaan program sekolah berserta pengembangnya serta melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.

Dengan demikian, tidak mengherankan jika menjadi seorang pengawas sekolah merupakan dambaan sejumlah kepala SMPN.

Namun, anugerah tersebut terkadang malah disalahgunakan. Seperti halnya DD. Oknum pengawas SMP merupakan mantan kepala SMPN itu kini tercatat sebagai pengawas SMP di lingkungan Disdik Kab. Bandung, Prov Jabar.

Tetapi berhembus isu dia bukannya memberikan pembinaan sesuai tugas dan fungsi sebagai pengawas lazimnya kepada sekolah, malah diduga nyambi jadi penjual buku untuk siswa SMPN guna memperkaya diri sendiri. Tak pelak, hal itu jadi gunjingan di kalangan kepala sekolah tertentu.

Komite SMPN 1 Majalaya berinisial Slh saat diwawancara eljabar.com Sabtu lalu, mengaku bahwa dirinya sudah bertemu dengan Kepala SMPN 1 Majalaya serta menanyakan kebenaran adanya dugaan sekolah menjual buku seni budaya pada siswa. “Dan Kepala SMPN  1 Majalaya tidak mengakuinya,” jelas dia.

Slh mengungkapkan, yang menjual buku pada siswa merupakan oknum pengawas SMPN berinisial DD. “Di mana DD  menyuruh guru menjual buku seni budaya kelas VIII semester II tahun 2016 seharga Rp.10.000 per buku,” cetusnya.

Sementara itu, pemerhati Pendidikan Kab .Bandung yang meminta tidak disebutkan namanya kepada eljabar mengungkapkan, selama ini banyak kasus yang melibatkan oknum pejabat SMP.

“Namun, kadisdik seperti tak perduli serta tak satupun ditindak oleh inspektorat dan aparat penegak hukum. Akibatnya, oknum pengawas dinilai semakin berani melacurkan diri menjadi penjual buku seni budaya,” ujarnya. (A56)

Categories: Uncategorized