Duh, Buku Pelajaran IPS SD/MI Cantumkan Yerusalem Ibukota Israel

KAB. BANDUNG, eljabar.com,– Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus mendapat kecaman dari berbagai negara termasuk Uni Eropa (UE).
Bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menyatakan tidak setuju jika Yerusalem ibu kota Israel.
Pernyataan Tump juga telah memancing, khususnya umat Islam di belahan dunia untuk melakukan aksi unjuk rasa. Seperti di Indonesia, aktifis dan masyarakat umum berunjuk rasa di depan gedung Kedutaan AS.
Ironisnya, di Indonesia diduga juga telah beredar buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VI SD/MI yang menyebut bahwa Yerusalem merupakan ibukota Israel.
Entah keteledoran atau disengaja, dalam buku cetakan pertama Januari tahun 2007 rancangan Trasmar dan diterbitkan PT. Bumi Aksara, Jl Sawo Raya No. 18 Jakarta itu, pada halaman 64 tercantum Yerusalem merupakan ibukota Israel.
Selain itu, berdasarkan penelusuran, terdapat pula penerbit buku lainnya, seperti Yhudistira yang juga mencantumkan Yerusales sebagai ibukota Israel.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun eljabar.com di SDN lain di kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung, Prov Jabar, terindikasi buku yang tersebar telah dinilai oleh Badang Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Indonesia dan dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 69 tahun 2008 tanggal 7 februari 2008 tentang penetapan buku teks.
Buku tersebut dipatok dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) zona satu seharga Rp 13.700, zona dua Rp. 214, 300, zona tiga Rp.14.800, zona empat Rp 16. 000 dan zona lima Rp20. 500.
Dalam buku yang memiliki hal 64 dengan ketebalan 3.12 ini, terdapat keterangan negara-negara di Benua Asia. Misalnya Asia Barat, salah satunya disebutkan negara Israel beribukota Yerusalem.
Temuan inipun lantas menjadi gunjingan dan pertanyaan banyak pihak, terlebih buku ini merupakan hasil penilaian BNSP.
Sumber yang enggan menyebutkan namanya saat dikonfirmasi eljabar.com menjelaskan, dalam buku IPS itu terdapat 11 nama negara. Salah satunya negara Israel sebagai pemerintahan republik berpengahasilan zaitun, anggur, garam, fosfol,” ujar sumber, Rabu (13/12/2017).
Sumber juga mengatakan bahwa buku tersebut masih digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. “Ini patut disayangkan, pasalnya buku tersebut sudah lama beredar namun baru ketahuan sekarang,” ujarnya.
Dia menegaskan, BSNP harus bertanggungjawab karena biaya pembelian buku pelajaran kelas VI BSE oleh sekolah ini bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dianggap sudah layak.
“Hal ini mengundang kecemasan para guru. Mereka takut salah. Sebab, terdapat nama negara Israel ibu ota Yerusalem yang dikecam berbagai negara islam maupun UE. Buku ini harus segera ditarik oleh distributor maupun penerbit,” pungkasnya. (A56)

Categories: Uncategorized