Banjir Kepung Empat Desa di Jatinangor

Banjir mengepung empat desa, di kecamatan Jatinangor, Kab.Sumedang, Jumat (15/12/2017) eljabar.com / Kiki Andriana  
Banjir mengepung empat desa, di kecamatan Jatinangor, Kab.Sumedang, Jumat (15/12/2017)
eljabar.com / Kiki Andriana

SUMEDANG, eljabar.com – Akibat buruknya sistem drainase dan luapan Sungai Cikeruh, imbasnya, banjir mengepung empat desa di kecamatan Jatinangor, Kab.Sumedang, Jumat (15/12/2017)

Pantauan eljabar.com di lokasi, petugas kepolisian Polsek Jatinangor bekerja keras melakukan pengaturan lalu lintas dan mengevakuasI warga yang terkena dampak banjir yang di akibatkan luapan Sungai Cikeruh tersebut, keempat desa yang terdampak banjir yakni, Rw 13 Kp. Solokan Jarak ketinggian air mencapai 1 meter, Rw.18 dusun Kampung Baru Desa Cipacing ketinggian mencapai 60 centimeter, Rw 01 Dangdeur Kulon, Desa Sayang ketinggian mencapati 80 centimeter hingga 1,5 meter, Desa Cikeruh ketinggian mencapai 20 hingga 40 centimeter, dan di Desa Mekargalih ketinggian air mencapai 20 centimeter hingga 50 centimeter.

Sementara itu, Kapolres Sumedang, AKBP Hari Brata melalui petugas Polsek Jatinangor, Bripka Dwi Novi menuturkan banjir tersebut diakibatkan luapan air Sungai Cikeruh dan buruknya sistem drainase di wilayah ini, dan akibat volume air terus meningkatz, untuk sementara jalur Sayang untuk sementara kami tutup, penutupan dimulai pada pukul 20:00, malam, penutupan jalan ini akan kami lakukan hingga air surut. Tutur Bripka Dwi Novi di lokasi, Jumat (15/12/2017) malam.

Ditambahkan Dwi, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang terkena dampak banjir ini untuk selalu waspada, mengingat volume air terus meningkat dan masyarakat dihimbau untuk mengamankan barang berharga ketempat yang lebih aman.“ Imbuhnya.

Hal senada dikatakan Ketua Rw 01 dusun Dangdeur Kulon, Desa Sayang, Kec.Jatinangor, Kab.Sumedang, Anton Mulyadi menuturkan banjir kali ini bisa dikatakan tidak separah dari banjir yang terjadi tiga minggu yang lalu, kalau tiga minggu yang lalu, menurut Anton, ketinggian air mencapai 1.5 meter lebih, namun, sekarang di daerah kami paling tinggi hanya mencapai 120 centimeter, peningkatan volume air terlihat mulai pukul 19:00, banjir ini merupakan luapan Sungai Cikeruh dan masyarakat yang terdampak kami arahkan untuk dievakuasi ke rumah yang lebih aman.“ Tutur Anton

Ditambahkan Anton, pihaknya berharap, Pemerintah Sumedang untuk segera melakukan penanganan banjir di daerah kami, Lanjut Anton, Jangankan ada penanganan, upaya penyedotan air dari Pemkab Sumedang melalui dinas dinas terkait pun tidak ada. “ Bebernya.

Hingga berita ini dilansir, banjir masih mengepung keempat wilayah tersebu dan belum ada upaya penyedotan air yang dilakukan pihak terkait. (*)

Categories: Uncategorized