BMKG: Gempa Tasikmalaya Merupakan Jenis Gempa Bumi Menengah

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa terkait gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa terkait gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

SUMEDANG, eljabar.com  — Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya menuturkan ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi Tasikmalaya ini merupakan jenis gempa bumi menengah, menurutnya, Lempeng Indo-Australia menuju ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 70 mm/tahun. Hasil analisis mekanisme sumber keluaran BMKG menunjukkan bahwa, gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan yang merupakan kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique sinistral).

“Dengan melihat lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka diperkirakan pembangkit gempabumi ini adalah adanya deformasi batuan pada zona Benioff bagian atas dari lempeng samudra yang tersubduksi (subducted plate),” Ujar Tony kepada kami melalui sambungan selularnya, Sabtu (16/12/2017) siang.

Tony menjelaskan, berdasarkan hasil pemodelan tsunami dari Decision Support System (DSS) yang dioperasikan oleh Sistem Peringatan Dini Tsunami BMKG, gempa bumi ini memberikan ancaman potensi tsunami sesuai dengan proposal peringatan dini tsunami.

“Pada lima menit setelah gempa bumi terjadi, sistem diseminasi BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY. Selanjutnya BMKG melakukan monitoring tsunami gauge di Pangandaran (Jawa Barat), Pamayang Sari (Jawa Barat), Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Timur),” bebernya.

Tony menegaskan dari hasil monitoring di beberapa stasiun tsunami gauge yang dekat dengan pusat gempa menunjukkan tidak ada rekaman kenaikan muka air laut.

“Sehingga BMKG melakukan Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami pada pukul 02.26 WIB,” pungkasnya. (Kiki Andriana)

Categories: Nasional