Kampung Siaga Bencana Desa Pasir Biru Rancakalong Dikukuhkan

Bupati Sumedang H. Eka Setiawan mengukuhkan pengurus sekaligus meresmikan Kampung Siaga Bencana Desa Pasir Biru Kecamatan Rancakalong di lokasi wisata Panenjoan Kampung Pasir Biru Rancakalong, Sabtu, (16/12/2017). (Foto. Humas Pemkab Sumedang)
Bupati Sumedang H. Eka Setiawan mengukuhkan pengurus sekaligus meresmikan Kampung Siaga Bencana Desa Pasir Biru Kecamatan Rancakalong di lokasi wisata Panenjoan Kampung Pasir Biru Rancakalong, Sabtu, (16/12/2017). (Foto. Humas Pemkab Sumedang)

SUMEDANG, eljabar.com — Pascadikukuhkan menjadi pembina Taruna Siaga Bencana (TAGANA) wilayah Kabupaten Sumedang oleh Direktur Perlindungan Sosial korban Alam Kementerian Sosial RI, di kesempatan yang sama Bupati Sumedang H. Eka Setiawan lantas mengukuhkan pengurus sekaligus meresmikan Kampung Siaga Bencana Desa Pasir Biru Kecamatan Rancakalong di lokasi wisata Panenjoan Kampung Pasir Biru Rancakalong, Sabtu, (16/12/2017).

Pembentukan KSB di Kab. Sumedang yang merupakan KSB ke 580 di Indonesia itu sendiri memiliki maksud membentuk wadah bagi masyarakat Desa Pasir Biru untuk berkumpul menanggulangi masalah penanganan bencana melalui pemberian pengetahuan dan pemahaman mengenai penanggulangan bencana berbasis masyarakat di daerah rawan bencana.

Dikatakan Bupati selepas memberikan bantuan berupa peralatan penanggulangan bencana kepada KSB berupa tenda keluarga, tenda gulung, velbet, matras, selimut woll dan food ware senilai kurang lebih 29 juta rupiah, dibentuknya KSB di Sumedang juga bertujuan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. “Berdasarkan indeks potensi bencana, di Indonesia itu kan kita (Sumedang) berada di urutan 218. Oleh karena itu dengan diselenggarakannya KSB di Desa Pasir Biru ini diharapkan dapat turut memberikan kemampuan kepada masyarakat secara mandiri, dalam pengurangan resiko bencana yang disusun oleh dan untuk masyarakat itu sendiri,” beber Eka.

“Dengan dikukuhkannya pengurus KSB Pasir Biru diharapkan pula nantinya dapat menjadi agen dalam membantu masyarakat lainnya ketika terjadi bencana, karena kita juga tidak pernah tau kapan datangnya bencana,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI Margowiyono menuturkan, KSB ini merupakan program unggulan Kementerian Sosial, yang bernuansa program berbasis masyarakat.

“KSB ini adalah program unggulan kita (Kemensos) dalam rangka mengantisipasi dampak apabila terjadi bencana. Sepanjang tahun 2017 ini saja, kejadian bencana yang terjadi telah banyak memakan korban jiwa yang salah satunya adalah akibat dari kurangnya pengetahuan, kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam menangani bencana. Oleh karena itu pembentukan KSB salah satunya adalah untuk meminimalisir resiko apabila terjadi bencana,” ujar Margo.

KSB Desa Pasir Biru Rancakalong yang dikukuhkan Bupati Eka saat itu pun saat ini berjumlah sebanyak 67 orang, dan dalam tiga hari ini yang dimulai pada tanggal 16 s.d 18 Desember besok, mereka (pengurus dan masyarakat KSB) akan mendapatkan berbagai materi penanggulangan bencana.

Di hari pertama KSB, akan diselenggarakan penyuluhan kepada sebanyak 100 orang masyarakat Desa Pasir Biru mengenai pentingnya memiliki pemahaman, pengetahuan, pengurangan resiko ancaman bahaya bencana, serta memperkuat kepedulian sosial dalam memelihara lingkungan alam sekitar.

Hari selanjutnya, akan diberikan pula pelatihan pada calon anggota KSB mengenai kemampuan dan keterampilan dasar penanggulangan bencana berdasarkan kluster penanggulangan bencana berupa pendirian tenda bagi pengungsi, penyediaan makanan siap saji melalui dapur umum, pertolongan pertama berikut tanggap darurat, pencatatan dan pendataan. (Abas,Arip)

Categories: Uncategorized