Tamak, Oknum Pejabat UPT Diduga Minta Jatah Rp5 Juta Per Kelas

ilustrasi-pungliKAB. BANDUNG, eljabar.com — Di tahun 2017 ini, sebagian Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersebar di 31 UPT TK/SD dan non formal di kecamatan, Kabupaten  Bandung, Jawa Barat menerima dana puluhan juta dari pemerintah untuk merehab ruang kelas. Nilai dana tersrbut berpariatif sesuai tingkat kerusakan, seperti sedang, menengah dan berat.

Keseriusan pemerintah patut didukung. Namun, beberapa sekolah di salah satu UPT kecamatan tertentu hasil pengerjaanya tidak akan sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) karena diduga ketamakan oknum UPT yang minta pada kepala SD sebesar Rp.5 juta per lokal serta melibatkan oknum staf pegawai dinas UPT kecaman.

Sumber yang meminta disebutkan namanya mengungkapkan, di salah satu UPT kecamatan, kepala SDN mendapatkan bantuan rehab dikerjakan swakelola, tetapi diduga dijadikan lahan usaha kotor guna meraup keuntungan. Sumber menyebut, oknum berinisial T teridikasi meminta uang per ruang kelas Rp.5 juta rupiah pada kepala tersebut. “Aib ini sudah bukan menjadi rahasia umum lagi,” cetusnya.

Merasa penasaran, wartawan eljabar minta kejelasan kepada sumber. Dia pun memaparkan, guna memuluskan aksi kotor tersebut oknum kepala UPT yang satu ini memakai tangan bawahnya, yaitu oknum staf kantor UPT kecamatan berinisial A sebagai pengepul dana pungutan liar (pungli).

Oknum kepala UPT tertentu saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya Rabu pekan lalu berusaha dikonfirmasi, namun tak menjawab. Demikian pula saat dikirim pesan singkat, dia tidak membalas. (A56)

Categories: Uncategorized