Pilgub Jabar Bergantung kepada Perencanaan yang Baik

photostudio_1513823020128Bandung,eljabar.com – Tidak ada kesuksesan tanpa perencanaan yang baik. Begitu pula sukses penyelenggaraan Pilgub Jabar 2018 sangat bergantung kepada perencanaan yang baik. Demikian antara lain dikemukakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menyampaikan sambutan pembukaan pada acara Bintek Terpadu Pemutakhiran Data Pemilih untuk KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Panwas Kabupaten/Kota, PPK dan Panwascam se-Jawa Barat di Hotel Harris, Jl. Peta Bandung (20/12).

Menurut gubernur, secara umum perencanaan Pilgub di Jawa Barat tidak ada masalah. “Antara Pemprov dan KPU dan Bawaslu terjalin hubungan baik, dan segala sesuatunya dibicarakan dengan baik pula. Maka hasilnya setiap pemilu di Jawa Barat berlangsung aman dan lancar,” kata gubernur yang akrab disapa Aher ini.

Sebelumnya, Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, memasang target zero Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) dalam Pilgub Jabar. “Saya ingin menargetkan DPT berkualitas sehingga tidak ada lagi DPT Tambahan,” katanya.

Oleh karena itu Yayat mendudukkan PPK dan Panwascam se Jawa Barat dalam satu forum Bintek. KPU, ingin merumuskan agar hak-hak politik warga Jabar bisa tertunaikan. Salah satu indikatornya adalah semua warga Jabar harus terdaftar dalam pemilih tetap (DPT).

“Jika tidak ada DPTB, berarti sudah memiliki akurasi tinggi dan mencakup seluruh masyarakat Jabar,” tambahnya.

Dari Bintek itu juga, Yayat berharap antara KPU dan Panwas menghasilkan sinergi utamanya terkait regulasi yang akan dihadapi dalam waktu dekat. Yayat menyebutkan regulasi terdekat yang akan dihadapi adalah pemutakhiran data pemilih. Ia juga berharap Panwas betul-betul mengawasi KPU dalam melakukan pemutakhiran data.

Masih terkait zero DPTB, Yayat juga meminta keterlibatan para peserta Pilkada, dalam hal ini dari partai politik dengan mengajak massa dan pendukung yang berhak memilih dan terdaftar dalam DPT untuk datang ke TPS. Selain itu, Parpol juga bisa melaporkan warga yang tidak terdaftar dalam DPT.

“Saya pikir masih ada waktu untuk itu. Parpol jangan hanya fokus untuk memenangkan calonnya saja. Tapi harus memenangkan demokrasi berkualitas dengan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,” pinta Yayat.

Yayat juga tidak menginginkan parpol yang hanya bisa bersuara garang dan keras menyebutkan warga yang tidak terdaftar DPT namun tak disertai bukti. Sebaiknya, kata Yayat, parpol lansgung menyampaikan laporan ke KPU dengan by name bay address. Sebab jika pendukung tidak terdaftar bahkan dan tidak memilih, maka yang rugi adalah Parpol dan calon yang diusungnya.

Di akhir sambutan, Yayat mengingatkan agar pemilih ikut aktif dalam mewujudkan demokrasi berkualitas. Ia meminta seluruh warga Jabar melapor ke KPU jika tidak terdaftar dalam DPT ataupun belum memiliki KTP elektronik.

“Insya Allah dengan kesadaran semua pihak, KPU, Panwas, Parpol dan pemilih, maka daftar pemilih akan zero DPTB sehingga bermuara pada demokrasi berkualitas,” tutup Yayat.

Bintek Terpadu berlangsung cukup meriah. Lebih dari 1300 orang memenuhi ballroom Hotel Harris Kota Bandung. Turut hadir sejumlah undangan VIP seperti Komisioner KPU RI, Viryan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Komisioner KPU Jabar, Bawaslu Provinsi Jabar serta Pimpinan Parpol.***

Categories: Uncategorized