Pancasila Hadir Dari Keberagaman Budaya Indonesia , Ini Kata Politisi Muda PDIP

photostudio_1513853228356
Politisi muda PDIP, Maruarar Sirait menandu Sisingaan saat pagelaran seni dan budaya Sunda, di Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kab.Sumedang,  Kamis (21/12/2017).   eljabar.com : Kiki Andriana/ Abas

SUMEDANG, eljabar.com – Politisi muda PDIP, Maruarar Sirait mengatakan Pancasila muncul dari budaya Indonesia, regenerasi mencintai seni dan budaya sangat diperlukan dan sebagai upaya regenerasi itu tentunya membutuhkan wadah untuk mengekspresikan seni dan budaya itu, Tuturnya kepada sejumlah wartawan saat reses pagelaran seni dan budaya Sunda ,di desa Sayang, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Kamis (21/12/2017)

Tentunya, menurut politisi muda partai besutan Megawati Soekarno Putri (PDIP), pihaknya mengatakan keragaman budaya Sunda di Kabupaten Sumedang dan masyarakat Sunda yang sangat santun dan budayanya yang beragam, apalagi Sumedang sebagai puser budaya Sunda yang memiliki banyak kebudayaan, “ Saya sebagai anggota DPR, tentunya mempunyai kewajiban untuk memajukan budaya Sunda, khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang.“ Tuturnya.

Sementara itu, ketua komisi D DPRD Kab. Sumedang F-PDIP, Dadang Rohmawan menuturkan, pihaknya mengapresiasi kepedulian Bang Ara ( sapaan akrab Maruarar Sirait) atas perhatiannya terhadap kesenian dan budaya Sunda khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang, apalagi Bang Ara yang notabenenya bukan orang Sunda, tetapi hanya beliau yang memanfaatkan resesnya dengan menggelar seni dan budaya Sunda dan berbaur langsung dengan masyarakat, khususnya dengan para plaku seni dan budaya Sunda.“ Sebutnya.

Hal senada dikatakan Ketua Paguyuban seni dan budaya sunda Sukma Sajati, Joko Loyor, pihaknya mengatakan Paguyuban Sukma Sajati dibentuk sebagai upaya pelestarian budaya sunda dan untuk kedepan, kita sudah mendapat ijin dari Direktur Eksekutif ITB Doktor Wediyanto, Ir. M.Sc. yang naninya taman Loji akan dijadikan sarana untuk bertukar pengalaman dengan mahasiswa, nantinya bisa berkolaborasi dengan mahasiswa ITB. Jadi bisa saling tukar pikiran, pengalaman, ide, gagasan di antara mahasiswa dan pelaku seni budaya yang ada di Jatinangor khususnya, Sumedang umumnya, dan tentunya saya berharap seni dan budaya Sunda ngadunya ( mendunia ).“ Ujar Joko (*)

Categories: Uncategorized