Provokasi dan Hoax, Penyebab Konflik

photostudio_1513822529564Bandung,eljabar.com —  Provokasi dan berita hoax, menjadi salah satu penyebab konflik dalam pilkada di berbagai daerah. Selain itu sikap mental “siap menang dan tidak siap kalah”, juga bisa menjadi pemicu pertikaian. Hal itu disampaikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Supratman, saat menjadi pemateri pada acara Bintek Terpadu Pemutakhiran Data Pemilih untuk KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Panwas Kabupaten/Kota, PPK dan Panwascam se-Jawa Barat di Hotel Harris, Jl. Peta Bandung (20/12).

Selain kedua hal tadi, Wakapolda juga mengidentifikasi faktor-faktir lain yang memincu pertentangan, yakni demokrasi belum dewasa, kebebasan yang kebablasan, kecurangan, penyelesaian masalah yang tidak adil, provokasi atau hoax, selisih suara yang tipis, sikap masyarakat yang temperamental, pertentangan elit politik, serta ketidaksiapan aparat keamanan. Namun di tengah-tengah potensi tadi, Brigjen Pol. Supratman mengaku, sebenarnya warga Jawa Barat sangat menghargai siapapun pemenangnya. Masyarakat pada umumnya mampu menjaga keamanan lingkungannya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi ancaman terhadap proses Pilgub, yakni distribusi, kerusakan dan kekurangan surat suara, bentrok antar pendukung, money politics, perusakan alat peraga, serta kampanye yang melebihi batas waktu, black campaign, intimidasi, pengrusakan dan pengancaman di TPS, menghalangi, serangan fajar, dan termasuk bencana alam. Namun ia optimis, ancaman-ancaman tersebut bisa diantisipasi sepanjang ada kerja sama yang baik antara jajaran kepolisian dengan masyarakat.*** ask

Categories: Uncategorized