55 Orang Perempuan Di Kabupaten Sumedang Dapatkan Penghargaan

Sumedang,eljabar.com — 55 orang tokoh perempuan di Kabupaten Sumedang, mendapatkan penghargaan atas dedikasinya di Bidang Sosial, Kesehatan, Olahraga, Budaya, Ekonomi, Politik serta Organisasi Masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan sesaat setelah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-89 sekaligus peringatan Hari Bela Negara, Hari Kesetiakawanan Sosial, Hari AIDS Sedunia dan Hari Disabilitas Internasional Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2017 di Alun-alun Sumedang, Jum’at(22/12).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan bertindak selaku Inspektur upacara serta dihadiri oleh para unsur Forkopimda, SKPD, TNI/POLRI, ASN, anggota Bhayangkari serta unsur terkait lainnya.

Dikatakan ketua Panitia, Ayu Made Mertha Yasa, dasar diselenggarakannya peringatan hari ibu ke-89 adalah pedoman penyelenggaraan peringatan hari ibu k3-89 Tahun 2017, hasil rapat panitia serta Keputusan Bupati Sumedang Nomor 003/DINSOSPPPA/2017 tanggal 8 Desember 2017 Tentang Pembentukan panitia peringatan Hari Ibu Ke-89, Hari Bela Negara, Hari Kesetiakawanan Sosial, Hari AIDS Sedunia dan Hari Disabilitas Internasional Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2017.

“Maksud diselenggarakannya upacara peringatan ini adalah untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda untuk mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan.”kata Ayu.

Dikatakan Ayu Upacara peringatan Hari Ibu Ke-89 bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna menuju  pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. “Tema yang kami usung dalam peringatan hari ibu ini adalah ‘’Perempuan Berdaya Indonesia”,ujar Ayu.

Sementara itu, Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan peringatan hari ibu setiap tahunnya diselenggrakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia. Menurut Eka, peringatan hari ibu juga menunjukan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki.

“Perjalanan panjang selama 89 tahun ini, telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki dalam menghadapi berbagai tantangan global dan multidimensi, khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia,’’kata Eka.

Dikatakan Eka, pelibatan dan peningkatan peran kaum laki-laki dan keluarga dalam pembangunan, menjadi bagian yang penting dalam rangka penghapusan segala bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan lainnya, serta berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kekerasan seperti tindak perdagangan orang, pornografi, infeksi menular seksual dan HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan disebabkan karena runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga. Oleh karena itu, peran keluarga dituntut untuk lebih diperkuat dibarengi dengan penanaman nilai-nilai kekeluargaan yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,’’KATA Eka diakhir sambutannya.(Abas,Arip)

Categories: Uncategorized