Ojek Konvensional Dan Online Dipersatukan

Sumedang,eljabar.com — Dalam rangka menciptakan Kabupaten Sumedang yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Polres Sumedang, sekarang ini mencoba persatukan angkutan ojek konvensional dan angkutan ojek online yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang.

Implementasi dari penyatuan itu sendiri, ditandai dengan ditandatanganinya Mou Kesepakatan Bersama antara perwakilan penyedia jasa angkutan online yang diselenggarakan di Gedung  DPRD Kabupaten Sumedang dengan disaksikan oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, Kapolres Sumedang, AKBP. Hari Brata, Kasdim 0610, Mayor Inf Anang Pramudyanto, S. Sos, Ketua DPRD, Irwansyah Putra, Ketua Kejaksaan Negeri Sumedang, Wargo, SH, serta sejumlah institusi terkait, Jum’at (21/12).

Dikatakan Kapolres Sumedang, AKBP. Hari Brata, Penandatanganan Nota Kesepakatan yang dilakukan oleh kedua komunitas angkutan seperti ini, baru pertama kali dilaksanakan di Jawa Barat. Menurut Hari Brata, tujuan diselenggarakannya penyatuan tersebut salah satunya adalah untuk menjadi pemersatu antara para pengemudi ojek, baik online maupun konvensional agar tidak terjadi perpecahan diantara keduanya.

“Kita perlu mengapresiasi kepada rekan-rekan ojek atas inisiasinya untuk melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan ini,”kata Hari.

Menurut Hari Brata, Kesepakatan tersebut merupakan pembuktian kepada kabupaten-kabupaten lain bahwa para pengemudi ojek online dan konvensional di Kabupaten Sumedang merupakan pemrakarsa kesepakatan antar pengemudi ojek untuk menciptakan kondusifitas di Sumedang. “Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban di wilayah Sumedang, jangan sampai kita berebut rejeki, Allah sudah mengatur rejeki kita masing-masing,”ujar Hari.

Sementara itu, Irwansyah Putra selaku Ketua DPRD  dalam sambutannya mengatakan, permasalahan yang sempat terjadi antara ojek online dan ojek konvensional kini sudah selesai. Menurut Irwansyah, penandatanganan Mou tersebut merupakan bukti bahwa para pengemudi ojek online dan kolonvensional telah bersikap dewasa dalam menyikapi masalah.

“Untuk kedepannya jika terjadi permasalahan lagi, maka harus diselesaikan dengan duduk dalam satu meja dan mencari solusi terbaik. Semoga niat kita hsemua dalam menandatangani nota kesepakatan untuk menyatukan para pengemudi ojek diberkahi Allah SWT,’’kata Irwansyah.

Kemudian disampaikan Bupati Eka, MoU yang ditandatangani oleh unsur Forkopimda bersama-sama dengan perwakilan ojek dari kedua belah pihak tersebut, diharapkan menjadi pemicu untuk tidak menimbulkan konflik-konflik baru di Sumedang.

“Menurut saya, para pengemudi ojek Online dan konvensional merupakan orang-orang yang berjasa untuk masyarakat dalam bidang jasa transportasi. Mudah-mudahan MoU hari ini dapat memberi keberkahan dan rasa kebersamaan diantara para pengemudi ojek online dan konvensiona,”kata Eka diakhir sambutannya. (Abas.arip)

Categories: Uncategorized