Aksesibilitas Non-Fisik Perlu Diperjuangkan 

Bandung,eljabar.com —  Aksesibilitas non-fisik masih harus diperjuangkan agar penyandang disabilitas bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik. Meski aksesibilitas fisik sudah terdapat perbaikan, pemenuhan aksesibilitas non-fisik masih terkendala berbagai hal. Demikian antara lain dikemukakan Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat saat menyampaikan materi pada acara sosialisasi pilgub untuk keluarga besar Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Jawa Barat di Hotel Alam Permai Jl. Setiabudi Bandung (23/12).

Dikatakan Yayat, pada pilgub 2013 lalu, usaha KPU masih belum maksimal. “Namun untuk tahun 2018 diharapkan dapat memenuhi aksesibilitas untuk semua pihak, termasuk aksesibilitas non-fisik, seperti akses terhadap informasi pemilu dan mendorong budaya masyarakat yang lebih terbuka jika memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas,” katanya optimis. Optimisme ini direalisasikan dengan pembuatan brosur dan alat bantu tamplet untuk mencoblos di bilik suara, serta berkomitmen memberikan informasi seluas-luasnya dengan cara yang mudah bagi siapa pun.

“Tantangan ini harus dibereskan bersama-sama antara penyelengara pemilu dengan masyarakat, termasuk dengan penyandang disabilitas tuna netra,” katanya seraya menegaskan perlunya meningkatkan kesadaran penyelenggara pemilu mulai dari tingkat provinsi hingga KPPS serta meningkatkan sensitivitas penyeleggara pemilu untuk menyediakan TPS yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Hal ini dinilai penting karena menurut Yayat, penyelenggara pemilu juga terkendala data penyandang disabilitas yang kurang akurat. “Namun kami berupaya memetakan TPS untuk melayani penyandang disabilitas, sesuai dengan kriterianya seperti untuk tuna netra, tuna daksa, dan tuna rungu. Kami juga akan membuat TPS yang tidak menyulitkan penyandang disablitas,” ungkap Yayat.

“Tetapi yang lebih penting dari itu adalah penyandang disabilitas bisa terdeteksi PPDP,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Jawa Barat Divisi SDM dan Hupmas menegaskan bahwa KPU Jabar menyediakan templet, buku saku, dan leaflet berhuruf braille. “Kami juga akan mendorong setiap TPS ramah terhadap penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Pertuni Jawa Barat serta pengurus Pertuni Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Panitia juga membagi-bagi hadiah berupa kaos kepada peserta yang menjawab kuis seputar pemilu.***

Categories: Uncategorized