Lestarikan Budaya Sunda, Sukma Sajati Berkolaborasi Dengan ITB

SUMEDANG, eljabar.com – Setidaknya untuk melestarikan seni dan budaya Sunda dan memfasilitasi bagi para pelaku seni dan budaya di Kabupaten Sumedang, Komunitas Seni dan budaya Sunda yang berlable Paguyuban Sukma Sajati akan berkolaborasi dengan Institut Tenologi Bandung (ITB) Jatinangor.

“ Hari ini baru perencanaan dan penyusunan kepengurusan buat dihari pertama tampil di taman loji ITB Jatinangor, dan kebetulan untuk yang tampil di hari minggu (31/12/2017) nanti, dijadwalkan untuk anggota paguyuban Sukma Sajati yang ada di Kecamatan Jatinangor, “ Ini merupakan jadwal rutin yang dikeluarkan oleh pihak ITB agar setiap hari minggu diadakan pentas seni dan budaya di taman loji, yang tentunya dapat menjadi sarana edukasi bagi  masyarakat dan mahasiswa ITB yang tergabung dilingkungan seni ITB, “ Alhamdulillah Direktur eksekutif ITB memberikan respon yang baik.“ Kata ketua umum paguyuban Sukma Sajati, Joko Loyor kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Taman Loji ITB Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,  Selasa (26/12/2017)
Joko Loyor menjelaskan, pelaku seni dan budaya yang tergabung di paguyuban seni dan budaya Sunda “ Sukma Sajati“ yang didalamnya ada group seni reak, Singa Barong, Badawang, Oray liong, Kuda Renggong, Karinding, nantinya, akan dikolaborasikan dengan mahasiswa ITB, yang nantinya bisa menjadi tempat sharing, dapat saling memberikan masukan buat seni dan budaya Sunda dan alhamulillah ITB memberikan faslitas kepada kami, seperti gamelan yang ada di ITB bisa dipergunakan untuk membesarkan budaya sunda, dalam artian bisa memberikan edukasi kepada mahasiswa.“ Kata dia
Menurut Joko, selain event di ITB, dalam waktu dekat Paguyuban Sukma Sajati akan menggelar kirab seni dan budaya disetiap wilayah Sumedang barat, yakni Kec. Jatinangor, Kec. Cimanggung, Kec. Sukasari, Kec. Tanjungsari, Kec. Pamulihan, dan dalam waktu dekat ini untuk tempat lagi di survei dulu oleh kami, karena, lanjut Joko, untuk kirab seni dan budaya nanti, pasti akan mendatangkan puluhan ribu orang, jadi harus memiliki tempat yang berkafasitas ribuan orang, dan bersatunya pelaku seni dan budaya  dilima kecamatan tersebut merupakan persiapan event yang akan digelar dalam setiap kunjungan kerja anggota DPR F-PDIP Maruarar Sirait. “ Tutur Joko.

Terbentuknya paguyuban Sukma Sajati ini, ditambahkan Joko, pihaknya berharap, “ minimal para pelaku seni dan budaya merasa tersalurkan, mengekpresikan bakat seninya dan dapat memperkenalkan potensi seni dan budaya sunda ke masyarakat luas, kami berharap bisa dikenal, bisa dilihat oleh masyarakat, yang memang untuk saat ini seni dan budaya sunda buhun ini sudah semakin berkurang diminati oleh masyarakat.“ Harapnya (*)

Categories: Uncategorized