Dijual ke Vietnam Melalui Singapura, Penyelundupan Ribuan Bibit Lobster Digagalkan

BANDUNG, eljabar.com —  Polda Jabar berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster yang akan dijual ke Mancanegara. Pengungkapan kejahatan itu dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar dengan mengamankan seorang nelayan berinisial DY alias Oded karena terlibat dalam aktivitas penangkapan, pengangkutan, dan pemasaran benih tersebut tanpa ilegal.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan, penangkapan Oded dilakukan di Pantai Jayanti, Kab. Cianjur, Jumat (15/12/2017) lalu. Saat penangkapan, polisi menyita 1.941 ekor benih lobster jenis mutiara dan pasir, dan 1 unit mobil Suzuki APV.

Dari keterangan tersangka, benih-benih itu akan dijual ke luar negeri karena keuntungan yang besar. Harga benih lobster mutiara di pasaran lokal kisaran Rp 40.000 per-ekor, sedangkan di negara tujuan harga benih lobster jenis mutiara bisa mencapai Rp 60.000 per-ekor.

“Jadi pengungkapan penjualan dan penangkapan benih benur dan lobster ini rencananya akan dijual ke Vietnam melalui Singapura,” jelas Agung Budi saat ekspose perkara di Mapolda Jawa Barat, Rabu, (27/12) lalu.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi didampingi Kasubdit IV/Tipidter, AKBP Dony Eka Putra menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka, aktivitas ilegal itu baru dilakukan sejak tanggal 11 sampai 14 Desember 2017.

“Penangkapan benih ini sesuai musimnya, benur-benur lobster ini memang musiman. Lobster betina akan bertelur pada bulan-bulan tertentu terutama pada Desember. Satwa ini tak bertelur saat bulan purnama. Dan tersangka mengetahui bulan musim dan benur bisa diambil,” papar Samudi.

Polisi masih mendalami apakah pelaku terkait jaringan sindikat penjual benih lobster. “Pengakuannya mendapat pesanan bibit lobster dari seorang pria berinisial HA yang beralamat di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur melalui via telepon. Masih didalami apakah Oded ini terkait sindikat jaringan,” jelasnya.

Sebanyak 1.941 ekor benih lobster yang diamankan itu perinciannya 1.888 ekor benih lobster jenis pasir dan 53 ekor benih lobster mutiara yang dikemas oleh tersangka dalam plastik berisi oksigen.

“Barang bukti ribuan benih lobster kami titipkan ke BKIPM Bandung. Pada hari itu juga, benih-benih lobster dilepasliarkan kembali ke laut. Jika terlalu lama di dalam plastik dikhawatirkan mati,” terang Samudi.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 88 dan Pasal 92 Undang-undang Nomor 45/2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan juncto Pasal 2 dan Pasal 92 Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster.

“Setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengeleloaan perikanan Republik Indonesia melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, penggolahan, dan pemasaran ikan, yang tidak memiliki SIUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat 1 huruf 15), dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” pungkas Samudi. (Boni H)

Categories: Uncategorized