Pilgub Jabar Menyuguhkan Tokoh Terbaik Jabar (Analisa : Pemetaan)

photostudio_1514678796585Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 memang menjadi daya tarik tersendiri untuk dicermati dan menghipnotis perhatian publik karena dinamika yang berkembang sangat pesat dan kental dengan “ intrik politis “, tanpa mengesampingkan daerah lainnya Jawa Barat dalam posisi menjadi tolak ukur untuk Pilpres 2019 mendatang.

Pada rilis sebelumnya “ PILGUB JABAR MENYUGUHKAN TOKOH TERBAIK JABAR ( DASAR ANALISA I : MODAL SUARA ) ” menyuguhkan pasangan cagub dan cawagub “ Jaman Now “ dengan mengedepankan “ Logika Politik dengan Angka “ yaitu :

1. Ridwan Kamil – Uu Ruzanul Ulum

2. Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat – Ahmad Syaikhu

3. Dedi Mulyadi – Deddy Mizwar

4. Irjen Pol. Anton Charliyan – Dr. Abdi Yuhana SH. MH

Walaupun pada awal dirilis banyak yang meragukan pasangan – pasangan ini akan terwujud tetapi dalam perjalanannya pasangan Mayjen TNI ( purn ) – Ahmad Syaikhu serta Dedi Mulyadi – Deddy Mizwar telah mencapai kesepakatan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Dalam perkembangan kondisi aktual yang terjadi adalah :

Pasangan 1 : Ridwan Kamil – Uu Ruzanul Ulum Diusung oleh 4 Partai yaitu Nasdem, PKB, PPP, Hanura dengan total kursi 24 dan suara pileg 2014 adalah 5.400.829 , seharusnya pasangan ini sudah Percaya Diri untuk memastikan maju dalam perhelatan ini yang tentunya harus membangun komunikasi yang intens dengan partai pengusung lainya yaitu Nasdem, PKB, dan Hanura. 

Ridwan Kamil memiliki karakteristik Tokoh muda, Akademisi, dan modern dengan popularitas tinggi di wilayah perkotaan serta cara berkomunikasi modern yang lentur untuk kalangan muda berpasangan dengan Uu Ruzanul Ulum dengan karakteristik Tokoh muda, Tradisional, Kader Partai Persatuan Pembangunan merupakan kolaborasi antara modern dan tradisional yang serasi serta mewakili wilayah kota dan kabupaten / pedesaan.

Pasangan 2 : Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat – Ahmad Syaikhu Diusung oleh 3 Partai yaitu Gerindra, PKS, dan PAN dengan total kursi 27 dan suara pileg 2014 adalah 5.672.730, pasangan ini memang sudah diprediksi dari awal diberikannya rekomendasi dari Partai Gerindra Kepada Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat untuk maju bersama. Kesolidan inilah yang menjadi modal awal yang sangat penting sehingga mengharuskan kontestan lain benar – benar berhitung dan merancang strategi yang tepat untuk dapat mengimbanginya. 

Mayjen TNI ( purn ) Sudrajat dengan latar belakang militer tentunya memiliki pengalaman dalam bidang pertahanan dan memiliki jaringan yang luas baik di pusat maupun daerah berpasangan dengan Ahmad Syaikhu sebagai kader PKS. Sudah bukan rahasia bahwa loyalitas dan militansi kader PKS dapat dipertanggungjawabkan, terbukti dua Periode PKS dapat mempertahankan tapuk kepemimpinan di Jawa Barat serta ditambah lagi dengan Gerindra dan PAN yang juga memiliki kader loyal dan militan di Jawa Barat.

Pasangan 3 : Dedi Mulyadi – Deddy Mizwar Dengan diusung oleh Golkar dan Demokrat dengan total kursi 29 dan suara pileg 2014 adalah 5.471.643, pasangan ini adalah sebuah Kejutan, tanpa butuh waktu yang terlalu lama untuk mengambil sebuah kesepakatan dan hal ini sangat elegan di mata publik, tidak terkesan ada keraguan dalam melangkah, dapat dipastikan bahwa visi dan misi dari dua kubu yang berpasangan ini sudah sejalan sehingga hambatan –hambatan dalam konsolidasi dapat diatasi.

Dedi Mulyadi sebagai Tokoh Muda dan konsisten dengan image ketradisonalan yang mengangkat nilai – nilai kearifan budaya lokal memiliki kekuatan di wilayah Kabupaten / pedesaan merupakan keunggulan tersendiri yang dimiliki guna meningkatkan animo masyarakat untuk mendukungnya berpasangan dengan Deddy Mizwar yang memiliki pengalaman selama 5 tahun di dalam tatanan birokrasi Jawa Barat dan tingkat popularitas yang mumpuni menjadikan pasangan ini sebagai “ Bola Panas “ pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Propinsi Jawa Barat 2018.

Pasangan 4 : Irjen Pol. Anton Charliyan – Dr. Abdy Yuhana. SH. MH Diusung oleh PDIP dengan total kursi 20 dan suara pileg 2014 adalah 4.159.404, pasangan ini adalah yang paling dinanti baik oleh kalangan elit maupun masyarakat karena untuk kondisi terkini hanya menyisakan PDIP yang belum memberikan SK rekomendasi.

Keberanian PDIP tetap teguh memegang prinsip dan maju tanpa koalisi patut disanjung karena ini membuktikan kepada publik bahwa PDIP tidak mudah goyah dan terpengaruh dengan hal yang terjadi di sekelilingnya baik issue maupun tekanan – tekanan internal dan eksternal.Irjen Pol. Anton Charliyan dengan pengalaman menjadi Kapolda Jawa Barat tentunya sangat mengenal lika-liku Jawa Barat secara utuh baik geografis dan tata ruang maupun karakter sosial budaya dan aspirasi masyarakat Jawa Barat serta memiliki hubungan yang luas di kalangan masyarakat mulai propinsi hingga pelosok berpasangan dengan Dr. Abdi Yuhana SH. MH merupakan Tokoh Muda berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum UNPAS dan Sekretaris DPD PDIP Jabar yang secara individu dipastikan dapat merangkul kaula muda, aktivis, akademisi dari wilayah perkotaan hingga pedesaan dengan memaksimalkan potensi jaringan yang ada maupun akan dibentuk, pasangan yang memiliki bekal suara Partai 4 juta lebih ini sangat patut diperhitungkan dengan ditambahkan kepiawaian dan keluwesan dari pasangan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat maka akan menghasilkan output yang maksimal.

Perkembangan aktual yang demikian ketatnya dalam perhelatan ini sudah mendekati analisa menyisakan 2 pasangan. Bila memang terwujud 4 pasangan di atas maka Jawa Barat patut berbangga karena memunculkan tokoh terbaik sebagai calon Pemimpin ke depan dan kali ini setiap Pasang memiliki kesempatan yang sama dan seimbang untuk keluar sebagai Pemimpin Jawa Barat 2018 – 2023 yang bijak dan amanah. Akhir kata ” hidup adalah pilihan dan pilihan terbaik sangat menentukan “(red)

Categories: Uncategorized