Kadisdik Jabar Bentuk Tim Investigasi Tekait Kebocoran USBN

BANDUNG, eljabar.com — Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi usai rapat dengan komisi V DPRD Jabar, “Disepakati akan membentuk tim investigasi kebocoran soal dan jawaban USBN yang diketuai kepala cabang dinas wilayah VII yang beranggotakan unsur dewan pendidikan, MKKS, MK3S, MGM fisika/sejarah dengan masa kerja selama seminggu,” kata Ahmad Hadadi.

“Besok kita keluarkan surat tugas Tim Investigasinya, tingkat kebocoran ini banyak terjadi di Kota Bandung, maka tim akan bekerja fokus di kota Bandung. Nanti, hasil investikasi direkomendasi ke Disdik Jabar dan Komisi V DPRD Jabar. Namun, bila ditemukan ada tindak pidana, tentunya kita, mendorong untuk dilaporkan aparat penegak hukum, baik itu kepolisian maupun kejaksaan,” ujarnya.

“Apa benar ada dugaan keterlibatan pihak Bimbingan Belajat (Bimbel)? Itukan baru dugaan, soal benar tidaknya, kita tunggu saja hasil kerja tim investigasi,” ujarnya.

“Intinya Disdik Jabar sangat mendorong Tim Investigasi untuk dapat bekerja maksimal dan optimal agar hasilnya juga maksimal,” tandasnya.

Kapala KCD Wilayah VII Husein, menjelaskan alur pendistribusian soal dan kunci jawaban USBN, dari Disdik Jabar dikirim ke KCD wilayah I s/d 13 dalam bentuk shopcopy ( Flasdisk); selanjutnya diberikan ke MKKS dan diteruskan ke K3S masih dalam bentuk shopcopy (flasdisk).

“Namun, saat diberikan ke Kepala Sekolah yang bersangkutan sudah bentuk CD bukan lagi Flasdisk dan pihak Sekolah-lah yang menggandakan/ mencetaknya,” jelas Husein.

Sedangkan, Ketua FAGI Iwan Hermawan mengatakan informasi kebocoran soal dan kunci jawaban USBN SLTA 2018 di Jabar, didapat dari media sosial. Informasi yang masuk ke FAGI, kita tindak lanjuti dengan mencari keberanannya dengan melakukan investigasi, dan kita kirim agen-agen untuk berupaya masuk ke WA Group “Serba Serbi USBN”, dan “Group LINE”.

Hasilnya memang benar ditemukan kebocoran, dalam WAG dan Group Line tersebut, cukup jelas ini pembicaraanya tentang soal dan kunci jawaban USBN. Di WAG dan Group Line tersebut, anggotanya ratusan orang. Namun, begitu mulai terkuak di media massa, akhirnya satu-satu anggota WAG dan Line, keluar.

Iwan juga mengatakan, sebenarnya melacak siapa dibalik layar yang membocorkan, tidak terlalu sulit, karena dalam WAG dan Group Line, semua nomor HP termasuk juga siapa Adminnya sudah kita catat.

“FAGI siap membantu dan memberikan data hasil investigasi FAGI, jika aparat kepolisian meminta, untuk membongkor siapa sebenarnya yang membocorkan USBN,” tandasnya.

Acara raker tersebut dihadiri Kapala Disdik Jabar, Kantor Cabang Dinas Wilayah Jabar, Dewan Pendidikan Jabar, Perwakilan Kantor KanwilDepag Jabar, Forum Aksi Guru Independen (FAGI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika dan Sejarah; Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). (red)

Categories: Uncategorized

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com