Panwas Sumedang Segera Panggil Oknum Anggotanya

SUMEDANG, eljabar.com — Menindak lanjuti perlakuan  kurang beretika atas tindakan seorang anggota Panwascam Buahdua yang menghadang mobil seorang calon Bupati Sumedang nomor urut Satu di kecamatan Buahdua, di depan kantor Kecamatan Buahdua, Sabtu (31/03/2018), tim hukum Doamu-Esa pun akhirnya angkat bicara.

Ketua Divisi Hukum dan advokasi tim Doamu-Esa, Taufik Hidayat bersama 5 orang anggotanya termasuk tim Humas menyatakan secara terbuka dihadapan para awak media, bahwa kedatangannya ke Panwas, dalam rangka menyampaikan surat keberatan atas tindakan seorang  Panwascam Buahdua yang mana pada hari sabtu lalu (31/3) sekitar pukul 14.00 wib. Saat itu mobil yang ditumpangi Dony mendadak diberhentikan oleh yang bersangkutan.

“Pak  Haji Dony Ahmad Munir dalam perjalanan seusai menghadiri acara pelatihan saksi, tiba-tiba dihadang oleh yang bersangkutan, di tengah jalan dengan cara seperti kap mobilnya dipegang seolah-olah dengan gerakan  memukul-mukul. Atas kejadian tersebut Cabup kami merasa tidak nyaman,” tuturnya saat ditemui sejumlah awak media usai menggelar pertemuan dengan Ketua Panwaslu Sumedang di ruang Sentra Gakumdu, Senin (02/04/2018).

Panwas Segera Panggil Oknum Anggotanya (1)Dikatakan Taufik saat kejadian, Kendaraan Pak Dony tengah dalam perjalanan meninggalkan lokasi pelatihan yang diselenggarakan di  Desa Buahdua, ke arah Sumedang melalui Desa Bojongloa.

“Saat dicegat dia hanya mengatakan ‘siapa yang bertanggung jawab’  dengan nada yang teriak-teriak,” ucapnya.

Selain itu, Taufik yang juga merupakan seorang advokat ulung ini menambahkan, sesuai dengan aturan yang berlaku, tim sudah melampirkan pemberitahuan kepada sejumlah pihak yang berkepentingan dalam suatu kampanye calon. Dirinya pun akan sabar  menanti tindak lanjut dari Panwas atas perihal tersebut.

“Barusan kami sudah bicara banyak dan alhamdulillah ada sebuah komunikasi dan koordinasi yang sangat baik. Tinggal kita serahkan kepada pihak Panwas untuk melakukan rapat koordinasi secara internal. Selain itu,  kami juga melakukan tembusan  kepada KPU dan kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Sumedang, Dadang Priatna menyebutkan, pihaknya mengaku akan segera menggelar rapat internal guna membahas salah satu anggotanya yang diduga telah melampaui batas upaya pencegahan dan pengawasan.

“Kita akan mengkaji hasil klarifikasi tim Panwas Kabupaten ke Buahdua, yang sudah berangkat sejak jam 9 hari ini,  selanjutnya nanti kita analisa. Kedua kita juga akan panggil orang tersebut untuk datang ke Panwas Kabupaten, untuk kita mintai keterangan  dan selanjutnya kami bisa memutuskan,” sebutnya.

“Untuk sementara ini atas dasar spontanitas, lantaran yang bersangkutan hanya ingin bertanya setelah tim melakukan pelatihan saksi ini akan menuju kemana. Kedua anggota kami kan ada yang di lokasi ada yang di luar, tidak menutup kemungkinan yang ada di pelatihan saksi itu belum berkomunikasi dengan sesama temennya yang di sekretariat,” tandasnya.

Sedangkan Rauf Nuryama, Humas Doamu Esa, menyampaikan pesan dari Paslon agar Simpatisan Doamu Esa dapat bersabar dan tidak emosi, dalam menyikapi tindakan oknum panwas kepada Dony.

“Kami sampaikan pesan Pak Dony dan Pak Erwan, agat kepada seluruh Simpatisan Doamu Esa, bersabar dan tidak melakukan tindakan diluar hukum. Karena kasus ini sedang di proses oleh Tim Hukum dan Advokasi”, terang Rauf yang turut hadir di kantor Panwas.

Rauf menambahkan, “Di satu sisi ketika mau pilkada ini, pihak Kepolisian dan KPU mengadakan acara ajakan Pilkada Damai, menjaga suasana sejuk dan kondusif. Disisi lain justru dari penyelenggara sendiri (pengawas, red) membuat sebuah tindakan provokasi yang bisa mengakibatkan suasana tidak kondusif. Alhamdulillah kami masih bisa meredam kemarahan dan kekecewaan para tim sukses, pendukung dan simpatisan. Mudah-mudahan hal ini menjadi pembelajaran untuk kedepannya agar tidak dilakukan lagi, karena dikhawatirkan akan memicu kindisi yang tidak kondusif,” ujar Rauf dengan nada kesal. (abas)

Categories: Uncategorized