Bangun Daerah Penghasil Migas, Pemda Teluk Bintuni Bekerjasama Dengan IKOPIN

Kiki Andriana

SUMEDANG, eljabar.com — Sebagai upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, pemerintah kabupaten Teluk Bintuni dengan mengggandeng PT. British Petroleum Berau Ltd, bekerjasama dengan Institut Manjemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Jatinangor Kabupaten Sumedang , Jawa Barat.

Menurut informasi yang behasil terhimpun eljabar.com di lokasi, pemkab Teluk Bintuni bekerjasama dengan Ikopin dari sisi pendidikan dengan menggulirkan program beasiswa kepada mahasiswa yang berasal dari kabupaten yang baru berdiri selama lima belas tahun tersebut.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bintuni, Petrus Kasihiuw didampingi Vice President C & EA PT. British Petroleum Berau Ltd, Desy Unidjaja menyebutkan, Kabupaten Teluk Bintuni baru berdiri sekitar 15 tahun yang lalu, tadinya kami menginduk ke Kabupaten Manokwari dan kabupaten Teluk Bintuni merupakan daerah penghasil gas terbesar di Indonesia.

Oleh karena itu, daerahbkami berlomba di tanah Papua. Dengan harapan dapat mewujudkan harapan warga Papua dan bagaimana mewujudkan kabupaten Teluk Bintuni yang produktif dan dapat berdaya saing dengan daerah lainnya, ” sebut Petrus Kasihiuw kepada sejumlah awak media saat ditemui, di ruang rektorat Kampus Ikopin Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kawa Barat, Kamis (27/9/018).

Menurut Petrus, Kabupaten Teluk Bintuni termasuk kabupaten termiskin di Papua Barat, daerah kami urutan ke – 9 dari 13 kabupaten/ kota di Papua Barat. Namun, lanjut Petrus, dalam kurun waktu dua tahun kita mampu menurunkan angka kemiskinan tersebut. Ditambhakan Petrus, Populasi penduduk di Teluk Bintuni adalah 72.829 jiwa. dan potensi Teluk Bintuni ini sangat luar biasa. kami sedang memiliki project besar karena daerah kami berpotensi gas alam,” tambahnya.

Namun, menurut Petrus, potensi Teluk Bintuni ini sangat besar sekali, tetapi tidak diimbangi oleh Sumber Daya Manusia nya, “Masyarakat Teluk Bintuni masih biasa biasa saja. SDM masyarakat kami masih belum setara dengan daerah lain di Indonesia, Selain itu, lanjut Petrus, upaya kami ini tentunya kami berharap dapat
mendorong kabupaten Teluk Bintuni dapat berdaya saing dengan daerah lain di berbagai sektor, ” terangnya.

Sedikitnya ada 1500 warga yang kami berikan beasiswa pendidikan, baik bea siswa dari APBD Teluk Bintuni maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. British Petroleum Berau, seperti halnya beberapa warga kami yang sedang mengemban ilmu di Ikopin ini, Tujuan kami ini adalah sebagai upaya untuk mendorong pengembangan ekonomi rakyat di kabupaten Teluk Bintuni, karena, lanjut Petrus, di TelukvBintuni ini yang harus dibangun adalah manusianya, bukan Sumber Dya Alam nya, ” Kalau kita membangun jalan pasti itu akanbmudah dilakukan, tetapi kalau kita membangun manusia itu prosesnya sangat panjang.” sebutnya.

Ditempat yang sama Vice President C & EA PT. British Petroleum Berau Ltd, Desy Unidjaja mengatakan kami berada di kabupaten Teluk Bintani ini sudah lama, perusahaan kami berada di sektor Migas. Tentunya, kami beterima kasih kepada masyarakat Teluk Bintuni yang kondusif, masyarakatnya dapat meneruma keberadaan kami, dan Pemkab Teluk Bintuni yang selalu bersedia bermitra dengan kami,” kata dia.

Perusahaan kami adalah di sektor Migas dan 54 % karayawannya adalah orang Papua. ” ini pertama kali memilik program dengan Ikopin, sebelumnya kami oun telah bekerjasama dengan universitas lainnya, Selain itu, lanjut Desy, yang paling penting kami ingin menunjukan bahwa anak anak di Teluk Bintuni dapat mampu dan mereka bisa bersaing. dengan harapan, tambah Desy, setelah mereka berkuliah, mereka akan menjadi majikannya di tanahnya sendiri” harapnya.

Sementara itu, Rektor Ikopin, Dr. HC Ir. Burhanuddin Abdullah, MA menuturkan program daro pemkab Teluk Bintuni dan PT. British Petroleum Berau ini memberikan pelajaran dan membesarkan hati saya. Jika mengacu kepada pengalaman negara lain, menunjukkan jika daerah ekplorasi selalu meninggalkan orang orang lokalnya, bahkan cerita di Inggris, perusahaan atau karyawan minyaknya yang kaya, sementara penduslduk lokalnya masih tertinggal. selain itu, Belanda menunjukan di daerah ekplorasi minyak dan barang tambang daerah lokalnya tidak diperhatikan, Namun, kepada kami tadi Buoati Teluk Bintuni dan PT. British Petroleum Berau menjelaskan itu semua tidak akan terjadi di Teluk Bintuni, PT. British Petroleum Berau merangkul anak akakvsekitar, tentunya, terang Burhanuddin, anak muda di Teluk Bintuni akan dilibatkan dalam kegiatan perusahaan migas tersebut, dan mereka pun menargetkan jika karyawan di perusahaannya tersebut 85% karyawannya dari penduduk lokal Papua, Selain itu, tmbah Burhanuddin, tentunya bagi mahasiswa yang di didik oleh kami, mereka akan pandai mengelola dan memasarkan hasil produksinya.” terangnya (*)

Categories: Pemerintahan