Bupati Sumedang: Proses Seleksi Dilaksanakan Secara Profesional, Transparan dan Obyektif

SUMEDANG, eljabar.com — Terkait seleksi terbuka untuk pejabat pimpinan tinggi Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumedang dinilai akan menuai kontroversi pasalnya, proses penjaringan untuk jabatan orang nomor tiga dalam pemerintahan Kab. Sumedang itu terendus adanya dugaan kepentingan.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Konsorsium Putra Jaya Raya yang juga Ketua LSM Komite Nasional Pengawas Kebijakan Publik, Asep Surya Nugraha kepada sejumlah wartawan, Senin (19/11/2018).

“Proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama Sekda Sumedang yang di laksanakan Senin (19/11/2018) ini bertempat di Pusat Kajian dan Pendidikan, Pelatihan Aparatur I Lembaga Administrasi Negara (LAN) jalan Kiara Payung KM 4,7 Jatinangor Sumedang, akan di ikuti oleh 4 orang peserta pendaftar yakni, Ayi Rusmana yang kini menjabat Kepala BPBD Kab. Sumedang, Endah Kusyaman (Asisten Pemerintahan), Herman Suryatman (Sekretaris Deputi Bidang SDM dan Aparatur pada Kemenpan RB) dan Son son M. Nurikhsan (Kepala Dinas Pendidikan),” terangnya.

Ke empat orang peserta seleksi itu, sambung Asep, dijadwalkan akan mengikuti seleksi dari Panitia Seleksi (Pansel) seperti, Penulisan Makalah, Kompetensi dan terakhir adalah seleksi wawancara yang akan dilaksanakan pada Selasa (4/12/2018) mendatang.

“Namun demikian, proses seleksi tetaplah seleksi. bahkan saya menduga, dari ke empat orang peserta ini yang akan lolos sebagai Sekda adalah Herman Suryatman sebab, lolosnya Herman Suryatman sebagai Sekda Sumedang nanti, diduga sudah ada setingan dari Bupati Sumedang,” terangnya.

Olehsebab itu, Asep Surya menegaskan, dirinya mewanti wanti pihak terkait atau Pansel agar dalam proses penjaringan jabatan Sekda jangan sampai ada indikasi sebuah setingan belaka.

“Pastikan semuanya berjalan sesuai aturan, terlebih dapat melihat rekam jejak masing masing para calon Sekda ini. dan saya tahu persis rekam jejak mereka. meski, pada akhirnya, keputusan ada di tangan Bupati itu sendiri,” ujarnya.

Asep mengakui, meskipun dari ke empat orang calon Sekda itu, memiliki rekam jejak yang berbeda terutama disisi negatifnya namun, Pansel dan Bupati harus bisa mempertimbangkan kembali. jangan sampai jejak negatif terdahulu menjadi duri dikemudian hari.

“Ada beberapa contoh rekam jejak, diantara mereka ada yang pernah ketergantungan dengan obat terlarang, ada pula persoalan terkait laporan pertanggungjawaban

Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK IPM) tahun 2010, senilai Rp 48 miliar anggaran dari Pemprov. Jabar dan rekam jejak lainnya. sejatinya, jangan sampai sejumlah persoalan yang telah dilakukannya terdahulu menjadi bumerang bagi Bupati atau yang bersangkutan. apalagi dikemudian hari hingga berurusan dengan hukum,” katanya.

Ditempat terpisah, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyangkal, bahwa dalam proses seleksi jabatan Sekda Sumedang tidak ada setingan darinya.

“Semuanya dilaksanakan sesuai prosedur, adapun hasilnya nanti, itu kan berdasarkan dari Pansel. Sah-sah saja orang menilai seperti apa namun, perlu diketahui bahwa proses seleksi dilaksanakan secara profesional, transparan dan obyektif. kita tunggu hasilnya sperti apa nanti,” katanya.

Tentunya, imbuh Dony, semuanya berharap siapapun yang akan menjadi Sekda nanti pastinya memiliki kapabilitas dan kemampuan dalam mengemban tugasnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan